Pengabdian Berbuah Berkah, 11 Guru dan Kepala Desa Antikorupsi Riau Berangkat Umrah

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memberikan penghargaan berupa pemberangkatan ibadah umrah kepada guru berprestasi dan kepala desa antikorupsi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan pengabdian mereka kepada masyarakat. Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan PT Riau Petroleum (Perseroda) dan BRK Syariah, serta digelar di Ruang Rapat Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Kamis (6/8/2026).
Sebanyak 11 jemaah diberangkatkan dalam program tersebut. Mereka terdiri dari guru berprestasi dan kepala desa antikorupsi yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan maupun tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan penghargaan itu merupakan bentuk penghormatan pemerintah kepada individu-individu yang telah menunjukkan keteladanan melalui pengabdian, prestasi, dan kejujuran dalam menjalankan tugasnya.
"Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk rasa hormat kepada Bapak dan Ibu yang telah membuktikan bahwa pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan melahirkan manfaat besar bagi masyarakat. Semoga kesempatan menunaikan ibadah umrah ini menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat untuk terus menebarkan nilai-nilai kebaikan," ujar Hariyanto.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang bekerja dengan penuh integritas dan tanggung jawab.
Ia menilai guru memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda, sedangkan kepala desa menjadi ujung tombak dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
"Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh hadirnya orang-orang yang bekerja dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Guru yang mendidik dengan hati serta kepala desa yang menjaga amanah adalah fondasi penting bagi terwujudnya Riau yang semakin maju," katanya.
Hariyanto berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi aparatur pemerintah, tenaga pendidik, maupun masyarakat luas untuk terus memberikan pengabdian terbaik sesuai bidangnya masing-masing.
Sementara itu, Kepala Desa Antikorupsi Sungai Intan, Kabupaten Indragiri Hilir, Ahmad Efendi, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan Pemerintah Provinsi Riau. Ia mengatakan penghargaan tersebut merupakan anugerah yang tidak pernah dibayangkannya karena sejak awal mengikuti program Desa Antikorupsi, fokus utamanya hanyalah membangun tata kelola pemerintahan desa yang baik.
"Alhamdulillah, ini merupakan anugerah dan hadiah yang sangat berharga dari Pemerintah Provinsi Riau. Sejak awal kami tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penghargaan seperti ini, karena ketika mengikuti penilaian Desa Antikorupsi, tujuan kami hanya berupaya menjalankan seluruh tahapan dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan," ujarnya.
Ahmad menjelaskan keberhasilan desanya tidak lepas dari pendampingan berbagai pihak, mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Riau, Inspektorat Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, hingga DPMD Kabupaten.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi dan membimbing desa kami. Semoga amanah ini menjadi motivasi untuk terus menjalankan pemerintahan desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, kesempatan menunaikan ibadah umrah akan dimanfaatkannya untuk mendoakan kemajuan Provinsi Riau, Kabupaten Indragiri Hilir, serta masyarakat Desa Sungai Intan agar terus berkembang dan sejahtera.
Rasa syukur juga disampaikan Eva Susanti, guru SLB Negeri Pembina Pekanbaru, yang menjadi salah satu penerima penghargaan. Menurutnya, hadiah umrah merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti atas dedikasinya dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.
"Saya tidak pernah menyangka akan memperoleh kesempatan yang begitu istimewa ini. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya sebuah hadiah, tetapi juga amanah untuk terus mengabdikan diri dengan lebih baik dalam mendidik dan mendampingi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus," ungkap Eva.
Ia mengatakan penghargaan tersebut dipersembahkan kepada keluarga besar SLB Negeri Pembina Pekanbaru, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik yang selama ini menjadi sumber semangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.
"Penghargaan ini saya persembahkan untuk keluarga besar SLB Negeri Pembina Pekanbaru, para guru, tenaga kependidikan, serta anak-anak didik yang selama ini menjadi penyemangat dalam setiap langkah pengabdian saya. Semoga ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pendidikan yang penuh kasih, kesabaran, dan keikhlasan," tutupnya.
Program penghargaan umrah ini menjadi salah satu bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Riau terhadap insan-insan teladan yang telah menunjukkan dedikasi tinggi di bidangnya. Melalui kolaborasi bersama PT Riau Petroleum (Perseroda) dan BRK Syariah, pemerintah berharap semakin banyak lahir sosok inspiratif yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan, pemerintahan desa, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan. (*)

