Pembayaran hutang Stadion Utama Riau dipending

Foto Main Stadium Pekanbaru | Istimewa
Beritariau.com, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau terus mencarikan formula yang tepat untuk menjawab persoalan yang membelit main stadium. Langkah itu dilakukan untuk mencari solusi dalam melunaskan hutang main stadium.
"Jadi sementara ini kita pending dulu. Karena pelunasan tidak bisa dilakukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab anggaran itu tidak diperuntukan untuk pembayaran hutang," terang Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru.
Langkah itu dilakukan agar tidak ada masalah di kemudian hari. Kendati demikian, alternatif solusi juga terus dipersiapkan untuk jangka panjang.
Selain Stadion Utama Riau, kata Andi Rachman, seperti PT Riau Airlines (RAL) juga ditunda pembayarannya. Padahal ada 20 Provinsi se-Indonesia yang mempunyai saham di Badan Milik Usaha Daerah (BUMD) Riau tersebut.
"Ya kita tunggu saja. Saat ini masih dalam proses penyelesaiannya. Diharapkan kedepan ini bisa segera digunakan kembali," tuturnya lagi.
Hal senada disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian Setdaprov Riau, Masperi. Ia juga mengungkapkan bahwa Pemprov Riau tengah mencari solusi serta dana untuk melunasi hutang Stadion itu. Karena, pada dasarnya ada aturan-aturan dan hukum yang berlaku untuk melakukan pembayaran tersebut.
"Tentunya perlu solusi konkrit. Meskipun kita ada uang. Tapi di APBD 2017 itu tidak ada kita anggarkan untuk pelunasan stadion. Makanya, kalau sudah menemukan solusi yang bagus akan langsung kita dilunasi," tegasnya. [red]

