600an warga Bengkalis derita DBD, 4 orang anak meninggal dunia

600an warga Bengkalis derita DBD, 4 orang anak meninggal dunia

ilustrasi

Beritariau.com, Bengkalis - Penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) telah menyerang sedikitnya 600-an warga umumnya anak-anak di Kabupaten Bengkalis sepanjang tahun 2016 ini. Sebanyak 4 orang anak dinyatakan meninggal dunia.

Atas kejadian ini, Dinas Kesehatan (Diskes) didesak untuk melakukan fogging (penyemprotan) di pemukiman masyarakat tanpa harus menunggu ada korban lebih banyak lagi.

Firman, salah seorang warga Kota Bengkalis, meminta Diskes untuk rutin melaksanakan fogging di kawasan pemukiman yang rentan terserang DBD. ‎Apalagi dalam beberapa hari terakhir, pasien DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis didominasi penderita DBD.

"Beberapa hari lalu ada penderita DBD yang masih dibawah umur beralamat di jalan Pertanian kota Bengkalis meninggal dunia karena terserang DBD dan tidak dapat diselamatkan. Langkah antisipasi dini harus dilakukan Diskes tanpa harus menunggu jatuhnya korban meninggal dunia lebih banyak lagi,” kata Firman, Senin (05/09/16).

Menurut pria yang juga politisi PPP ini, penyakit DBD merupakan salah satu penyakit yang mematikan apabila tidak ditangani dengan baik serta antisipasi dini terhadap lingkungan. Bahkan ia menyebut angka 600-an penderita DBD dengan empat orang meninggal dunia sejak Januari sampai Agustus 2016 merupakan angka yang cukup mengkhawatirkan.

"Diskes kita desak segera bertindak melakukan fogging ke pemukiman, selain pemberian bubuk abate serta kartu pengendalian jentik dan nyamuk aedes agepty. Dengan jumlah penderita DBD 600-an selama delapan bulan, cukup mengkhawatirkan karena jumlah akan terus bertambah dan Bengkalis bisa dikategorikan kejadian luar biasa (KLB) kasus DBD," sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Lingkungan (PMKL) Irawadi SKM mengatakan bahwa peningkatan penderita DBD dari bulan Juli ke bulan Agustus cenderung mengalami peningkatan. Dimana penderita DBD umumnya adalah anak-anak dan balita yang tersebar diseluruh kecamatan di Kabupaten Bengkalis.

Dijelaskan, untuk antisipasi kasus DBD, Diskes Bengkalis sudah mengalokasikan bubuk abate dan kartu pemantau jentik keseluruh UPT Puskesmas di kecamatan-kecamatan. Kartu pemantau jentik akan digunakan oleh kader-kader jumantik dalam rangka larvasidasi secara selektif dalam mengantisipasi penyebaran DBD.

"Sasaran dari penyaluran bubuk abate adalah rumah tangga-rumah tangga yang rentan berkembang biaknya nyamuk aedes agepty, serta lingkungan atau pemukiman yang warganya sudah terkena DBD. Selain itu penyemprotan nyamuk melalui fogging senantiasa dilakukan petugas puskesmas dan dinas kesehatan di rumah-rumah masyarakat yang terserang DBD," pungkas Irawadi. [red]‎