Seskoau Angkatan ke-65 Diskusi Kebangsaan di LAMR, Perkuat Ketahanan Energi dan Persatuan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan kerja rombongan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan ke-65 di Balairung Tenas Effendy, Balai Adat LAMR Provinsi Riau, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Seskoau yang mengangkat tema ketahanan energi nasional melalui penguatan nilai-nilai kejuangan.
Rombongan yang dipimpin Marsma TNI Irwan Pramuda bersama pejabat Seskoau dan sekitar 170 perwira siswa disambut secara adat oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, beserta jajaran pengurus LAMR.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat dengan arak-arakan kompang dan persembahan silat, sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu sekaligus mencerminkan kekayaan budaya Melayu Riau.
Dalam kesempatan tersebut, LAMR dan Seskoau menggelar diskusi kebangsaan bertema "Meneguhkan Nilai-Nilai Kejuangan dalam Membangun Ketahanan Energi Guna Mewujudkan Ketahanan Negara yang Tangguh." Diskusi ini menekankan pentingnya kolaborasi antara unsur pertahanan dan lembaga adat dalam menghadapi tantangan strategis bangsa.
Ketua Umum MKA LAMR, Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf, menegaskan bahwa TNI merupakan mitra strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai yang hidup dalam adat Melayu memiliki keselarasan dengan semangat pengabdian yang dipegang teguh oleh prajurit TNI.
"Adat Melayu berdiri di atas nilai marwah, persatuan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itulah yang menjadi kekuatan moral dalam menjaga negeri. Karena itu, kami menyambut baik kehadiran keluarga besar Seskoau sebagai bagian dari ikhtiar bersama memperkuat kebangsaan," ujar Raja Marjohan Yusuf.
Sementara itu, Marsma TNI Irwan Pramuda menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan LAMR. Ia menilai pelestarian budaya dan kearifan lokal menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter kepemimpinan sekaligus memperkokoh semangat bela negara di kalangan prajurit.
Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh masyarakat Melayu dapat menjadi inspirasi dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan mampu menjawab tantangan ketahanan nasional, termasuk di sektor energi.
Melalui kunjungan kerja ini, LAMR berharap hubungan baik antara lembaga adat dan institusi pertahanan semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong pelestarian nilai-nilai budaya Melayu sebagai kekuatan moral yang berkontribusi dalam memperkuat persatuan bangsa, mendukung ketahanan energi nasional, serta mewujudkan ketahanan negara yang tangguh. (*)

