HAN 2026 di Riau, Anak-anak Diajak Belajar, Bermain, dan Berkreasi dalam Satu Festival

HAN 2026 di Riau, Anak-anak Diajak Belajar, Bermain, dan Berkreasi dalam Satu Festival

Beritariau.com, Pekanbaru -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengajak masyarakat memeriahkan puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang akan digelar pada Minggu (26/7/2026) di Halaman Kantor Gubernur Riau. Berbagai kegiatan edukatif, hiburan, layanan kesehatan, hingga permainan tradisional disiapkan secara gratis sebagai wujud komitmen menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Riau, Fariza, mengatakan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Menurutnya, peringatan tersebut berlandaskan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak dan telah menjadi agenda nasional yang terus diperingati setiap tahun. Pada 2026, Hari Anak Nasional memasuki usia ke-42 sejak pertama kali ditetapkan.

"Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama memenuhi hak anak, memberikan perlindungan, serta mendorong mereka berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa," ujar Fariza, Jumat (24/7/2026).

Sebagai bentuk implementasi komitmen tersebut, Pemprov Riau mengemas puncak peringatan HAN dalam konsep festival keluarga yang menghadirkan beragam aktivitas edukatif dan rekreatif. Anak-anak dapat mengikuti Senam 129, Senam Anak Sehat, menikmati penampilan drumband, tari tradisional, pertunjukan seni, hingga permainan rakyat yang sarat nilai budaya.

Acara juga akan dimeriahkan dengan penampilan biola oleh Xandria Feyza Angelingga, pentas seni anak, pertunjukan tari khas Riau, Mini Zoo, serta pameran Komunitas Sepeda Tua. Selain hiburan, masyarakat dapat mengikuti kegiatan sosial seperti pembagian pakaian gratis.

Di bidang kesehatan, pengunjung dapat memanfaatkan berbagai layanan tanpa biaya, mulai dari pemeriksaan mata, laboratorium, pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan berbasis teknologi, hingga konsultasi psikolog bagi anak dan keluarga.

Berbagai instansi turut membuka layanan edukasi kepada masyarakat. Badan Narkotika Nasional (BNN) menghadirkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba beserta atraksi anjing pelacak, sementara BPOM memberikan edukasi mengenai keamanan pangan dan kosmetik. BKKBN juga menyediakan layanan konsultasi terkait keluarga berkualitas dan kesehatan remaja.

Untuk meningkatkan minat baca anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau menghadirkan Mobil Perpustakaan Keliling. Sementara Dinas Kebudayaan menyiapkan permainan tradisional dan kegiatan mendongeng, sedangkan Dinas Sosial menyediakan layanan pangkas rambut gratis bagi masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Riau berharap Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa. (*)