Lantik 39 Pejabat, Wali Kota Agung Nugroho Minta Lurah Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga

Lantik 39 Pejabat, Wali Kota Agung Nugroho Minta Lurah Jadi Garda Terdepan Pelayanan Warga

Beritariau.com, Pekanbaru -- Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho melantik 39 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Jumat (24/7/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya itu diharapkan memperkuat kualitas pelayanan publik hingga tingkat kelurahan.

Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 18 orang mengemban amanah sebagai lurah, sementara 21 lainnya menempati jabatan pengawas pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan.

Dalam arahannya, Agung Nugroho menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan dan pelayanan pemerintah kota sangat bergantung pada kinerja aparatur yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

"Selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh dan terus berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kunci keberhasilan wali kota dan wakil wali kota ada pada para pejabat yang hari ini menerima amanah," ujarnya.

Secara khusus, Agung meminta para lurah menjadi pemimpin yang hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan warga harus diupayakan selesai di tingkat kelurahan tanpa selalu bergantung pada kecamatan.

Ia menegaskan seorang lurah dituntut proaktif mencari solusi, bukan sekadar meneruskan persoalan kepada jenjang pemerintahan di atasnya.

"Lurah harus dekat dengan warga. Persoalan yang bisa diselesaikan di kelurahan harus dituntaskan di kelurahan. Selain itu, lurah juga harus menjaga kebersihan, ketenteraman, serta keharmonisan lingkungan," tegasnya.

Agung juga mengungkapkan bahwa Pemko Pekanbaru kini menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengelolaan aparatur sipil negara. Melalui sistem tersebut, evaluasi kinerja pejabat dilakukan lebih cepat, yakni setiap enam bulan, sehingga promosi maupun mutasi jabatan sepenuhnya didasarkan pada capaian kinerja.

Ia menegaskan tidak menginginkan pencitraan dari para pejabat, melainkan hasil kerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Saya tidak membutuhkan pencitraan. Yang saya butuhkan adalah hasil kerja. Saya menerima laporan langsung dari warga, sehingga mengetahui bagaimana kinerja para pejabat di lapangan," katanya.

Menurut Agung, dirinya bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar rutin turun langsung ke lapangan untuk memastikan pelayanan pemerintah berjalan baik serta mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi guna meningkatkan efektivitas pemerintahan, bukan bentuk perlakuan khusus terhadap pejabat tertentu.

Dalam kesempatan itu, Agung memastikan seluruh pejabat, khususnya para lurah, telah melalui proses seleksi berbasis kompetensi. Ia membantah adanya praktik penunjukan berdasarkan kedekatan politik maupun transaksi tertentu.

"Saya tegaskan, tidak ada lurah yang dilantik tanpa mengikuti tes. Semua berdasarkan hasil seleksi dan kemampuan. Tidak ada karena kedekatan dengan kelompok tertentu atau karena memberikan uang. Silakan dicek," tegasnya.

Pelantikan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelayanan publik, mempercepat penyelesaian persoalan di tingkat kelurahan, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)