FK UMRI Gelar Simposium Internasional, Bahas Tantangan Kesehatan Kerja di Sektor Agroindustri Tropis

FK UMRI Gelar Simposium Internasional, Bahas Tantangan Kesehatan Kerja di Sektor Agroindustri Tropis

Beritariau.com, Pekanbaru -- Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau (FK UMRI) memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berjejaring global dengan menggelar International Symposium on Occupational Health in Tropical Agriculture and Resilient Agroindustries (IN-UMRI 2026), Sabtu (18/7/2026).

Simposium internasional perdana yang berlangsung di Auditorium Kampus Utama UMRI tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, pelaku industri, serta mahasiswa dari berbagai institusi dalam dan luar negeri untuk membahas isu strategis terkait kesehatan kerja di sektor pertanian tropis dan agroindustri berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Kedokteran UMRI dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui International Network for Universal Medicine and Resilient Industries (IN-UMRI).

Rektor UMRI, Dr. Saidul Amin, M.A., saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa forum ilmiah bertaraf internasional ini memiliki peran penting dalam mempertemukan berbagai perspektif keilmuan untuk mencari solusi terhadap tantangan kesehatan kerja yang semakin kompleks.

“Forum seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan, memperkaya khazanah keilmuan, serta memperkuat budaya akademik melalui dialog yang konstruktif. Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi akademisi dan praktisi untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi berbagai persoalan kesehatan kerja,” ujarnya.

Menurut Saidul Amin, perkembangan teknologi dan transformasi digital yang bergerak cepat menuntut dunia pendidikan, khususnya bidang kesehatan, untuk terus beradaptasi dan menghadirkan inovasi.

“Kita hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat maju. Siap atau tidak siap, kita harus menghadapi perubahan yang berlangsung begitu cepat. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” katanya.

Ia menegaskan, para intelektual dan cendekiawan memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

“Sebagai intelektual dan cendekiawan, posisi kita adalah menjadi pemberi solusi. Dari forum ini diharapkan lahir pemikiran strategis yang mampu berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian dan agroindustri di kawasan tropis,” tegasnya.

Simposium tersebut menghadirkan sejumlah pembicara nasional dan internasional, di antaranya Prof. Muchtaruddin Mansyur dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Naesinee Chaiear dari Khon Kaen University Thailand, Dr. Prahlad K. Sishodiya dari India, Ms. Raagavi Manee dari National University of Singapore, serta Dr. Tommy Kirana dari PT Perkebunan Nusantara IV.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UMRI, Dr. dr. M. Yulis Hamidy, M.Kes., M.Pd.Ked., Sp.KKLP., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran, memperkuat riset, serta memperluas kontribusi kepada masyarakat melalui kolaborasi internasional.

Menurutnya, tema “Occupational Health in Tropical Agriculture and Resilient Agroindustries” sangat relevan dengan kondisi Riau sebagai salah satu daerah dengan sektor perkebunan dan pertanian yang besar.

“Simposium ini bukan sekadar pertemuan akademik, tetapi menjadi ruang strategis untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, pengalaman terbaik, serta membangun solusi kolaboratif dalam meningkatkan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja,” ungkapnya.

Berbagai isu menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut, mulai dari risiko penyakit akibat kerja, tantangan lingkungan tropis, perubahan iklim, pemanfaatan teknologi kesehatan, hingga pembangunan industri yang berkelanjutan.

Melalui forum ini, para peserta diharapkan mampu menghasilkan gagasan, rekomendasi, serta peluang kerja sama lintas negara yang dapat mendukung pengembangan kesehatan kerja dan industri tangguh di masa depan.

FK UMRI juga memberikan apresiasi kepada seluruh narasumber, pimpinan universitas, mitra institusi, sponsor, relawan, dan panitia yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan simposium internasional tersebut.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi UMRI dalam memperkuat reputasi akademik di tingkat global, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta membangun kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan dunia industri.

Melalui IN-UMRI 2026, Fakultas Kedokteran UMRI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi terciptanya dunia kerja yang lebih sehat, aman, tangguh, dan berkelanjutan. (*)