Mahasiswa Kukerta UNRI Dampingi UMKM Selatbaru Go Digital Lewat Google Maps dan QRIS
Beritariau.com, Bengkalis -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Berdampak 2026 melaksanakan program pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan. Pendampingan dilakukan melalui pembuatan lokasi usaha di Google Maps serta penerapan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS.
Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Selatbaru, Muhammad Azlan, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
"Salah satu program yang kami laksanakan selama Kukerta Berdampak 2026 di Desa Selatbaru adalah membantu pelaku UMKM mengenal digitalisasi melalui pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dan penggunaan sistem pembayaran digital QRIS," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Azlan, para pelaku UMKM menyambut positif program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan visibilitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
"Alhamdulillah, para pelaku UMKM sangat menyambut baik program ini. Mereka merasa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian nyata terhadap pengembangan usaha kecil di desa," katanya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kukerta mendampingi pelaku usaha membuat profil bisnis di Google Maps, melengkapi informasi usaha, serta memberikan edukasi mengenai manfaat transaksi non-tunai melalui QRIS. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM sekaligus mempercepat adaptasi terhadap transformasi digital.
Selain mempermudah promosi, keberadaan lokasi usaha di Google Maps juga diharapkan memudahkan masyarakat maupun wisatawan menemukan pelaku UMKM di Desa Selatbaru. Hal ini dinilai penting mengingat desa tersebut merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang ramai dikunjungi masyarakat, baik dari Kecamatan Bengkalis maupun luar Pulau Bengkalis.
Kepala Desa Selatbaru, Rahayu Nendang, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta UNRI tersebut. Menurutnya, program digitalisasi UMKM menjadi langkah positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan usaha sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Digitalisasi usaha diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan efisiensi pelayanan, serta mempersiapkan pelaku UMKM menghadapi perkembangan sistem ekonomi digital. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat juga menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis teknologi.
Program pendampingan ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta UNRI Berdampak 2026 Desa Selatbaru, yakni Muhammad Azlan, Riski Nabila Harahap, Khusnul Khotimah, Muhammad Dede Abdul Roh, Welti Fildayani, Sri Haryanti, Suci Anindia, Annisa Caedsara Ramadhani, Muhammad Rizal, dan Romulus Gunawan Purba.
Sejumlah UMKM yang telah mendapatkan pendampingan antara lain Aneka Cemilan Zizi, Alpukat Kocok, Minuman WJZ, serta pelaku usaha pengolahan lempok durian. Program ini diharapkan menjadi langkah awal agar semakin banyak UMKM di Desa Selatbaru mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, meningkatkan pelayanan, dan memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas. (*)

