Tol Lingkar Pekanbaru Tembus 77 Persen, Konektivitas Dua Ruas Tol Utama Riau Makin Dekat

Tol Lingkar Pekanbaru Tembus 77 Persen, Konektivitas Dua Ruas Tol Utama Riau Makin Dekat

Beritariau.com, Pekanbaru -- Proyek pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru terus menunjukkan kemajuan. Hingga awal Juli 2026, progres konstruksi telah mencapai 77 persen dan ditargetkan rampung pada Februari 2027.

Keberadaan ruas tol sepanjang 30,57 kilometer ini akan menjadi penghubung strategis antara Tol Pekanbaru–Dumai dan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar. Dengan tersambungnya kedua ruas tersebut, pengguna jalan nantinya dapat melanjutkan perjalanan tanpa harus keluar ke jalan nasional.

Tol Lingkar Pekanbaru dibangun dalam tiga seksi, yakni Junction Pekanbaru–Rimbo Panjang sepanjang 5,70 kilometer, Rimbo Panjang–Siak sepanjang 11,70 kilometer, serta Siak–Bypass Pekanbaru sepanjang 13,17 kilometer.

Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Resnu Aditya Wuladarman, mengatakan percepatan pembangunan didukung penerapan teknologi digital pada seluruh tahapan proyek.

Menurutnya, HKI mengimplementasikan Building Information Modeling (BIM) secara terintegrasi mulai dari 2D hingga 7D. Teknologi tersebut memungkinkan seluruh data proyek, mulai dari desain, tahapan konstruksi, biaya, hingga pengelolaan aset, terhubung dalam satu sistem sehingga koordinasi dan pengambilan keputusan menjadi lebih efektif.

Selain BIM, HKI juga memanfaatkan Common Data Environment (CDE) untuk pengelolaan dokumen proyek secara real time. Sementara itu, teknologi Digital Survey berbasis drone digunakan untuk mempercepat proses pengukuran, memantau progres pekerjaan, serta meningkatkan akurasi perhitungan volume konstruksi.

"Penerapan teknologi digital membuat proses pembangunan berjalan lebih efisien sekaligus meningkatkan kualitas pengendalian proyek," ujar Resnu.

Ia optimistis Tol Lingkar Pekanbaru dapat diselesaikan sesuai target sehingga segera memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Riau.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, jalan tol ini juga diharapkan memangkas waktu tempuh perjalanan, menekan biaya logistik, mengurangi kepadatan lalu lintas di Kota Pekanbaru, serta membuka akses menuju kawasan-kawasan ekonomi baru yang berpotensi mendorong pertumbuhan investasi dan perdagangan di Riau. (*)