Bupati Herman Dorong Pacu Pompong Jadi Ikon Wisata dan Budaya Pesisir Inhil

Beritariau.com, Inhil - Lomba Pacu Pompong yang digelar dalam rangka Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga sarana pelestarian budaya masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Inhil pun berkomitmen menjadikan Pacu Pompong sebagai salah satu ikon daerah yang merepresentasikan identitas masyarakat setempat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Inhil Herman saat membuka sekaligus menyaksikan Lomba Pacu Pompong di Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat serta peserta yang berasal dari berbagai kecamatan.
Pada kesempatan itu, Bupati Herman hadir bersama unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Inhil Hj. Katerina Susanti, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta jajaran pemerintah kecamatan dan desa.
Menurut Bupati Herman, pompong memiliki nilai historis dan budaya yang kuat bagi masyarakat Indragiri Hilir. Sejak dahulu, pompong menjadi sarana transportasi utama masyarakat pesisir sekaligus alat angkut hasil perkebunan, terutama kelapa, melalui aliran Sungai Indragiri.
Seiring perkembangan zaman, fungsi pompong tidak hanya terbatas sebagai alat transportasi, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi atraksi wisata budaya yang mampu menarik kunjungan wisatawan.
“Pompong telah melekat dalam kehidupan masyarakat Inhil. Karena itu, kita ingin Pacu Pompong dikenal lebih luas sebagai identitas masyarakat pesisir Inhil,” ujar Bupati Herman.
Ia menilai, penyelenggaraan Pacu Pompong memberikan dampak positif dalam berbagai aspek. Selain menjaga kelestarian tradisi dan kearifan lokal, kegiatan tersebut juga menjadi sarana olahraga tradisional sekaligus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, setiap pelaksanaan event budaya berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi melalui kehadiran pedagang, pelaku UMKM, serta meningkatnya kunjungan masyarakat ke lokasi kegiatan.
“Acara ini memiliki dampak baik, sebagai pelestarian kearifan lokal, sarana olahraga tradisional, dan penggerak ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Melihat besarnya manfaat yang ditimbulkan, Pemerintah Kabupaten Inhil berencana menjadikan Pacu Pompong sebagai agenda wisata tahunan yang dikemas lebih baik dan lebih menarik di masa mendatang.
Bupati berharap pengembangan event tersebut tidak hanya menjaga keberlangsungan tradisi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya pesisir Inhil kepada masyarakat yang lebih luas.
“Tentunya akan kita kemas lebih baik lagi, dengan harapan agar warisan tradisi ini tetap lestari, dikenal, dan dijaga anak cucu kita kelak,” tambahnya.
Di akhir kegiatan, Bupati Herman mengingatkan seluruh peserta lomba untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan ajang ini sebagai sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
Ia berharap semangat persatuan yang tercipta melalui Pacu Pompong dapat terus terjaga, sejalan dengan upaya bersama dalam melestarikan budaya daerah dan membangun Indragiri Hilir yang maju serta berdaya saing.
Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, Pacu Pompong diyakini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan sekaligus simbol kebanggaan masyarakat pesisir Indragiri Hilir. (*)

