Wabup Siak Tekankan Pencegahan Paham IRET Dimulai dari Keluarga hingga Ruang Digital

Beritariau.com, Siak – Pemerintah Kabupaten Siak bersama Polres Siak dan Densus 88 Anti Teror Polri memperkuat langkah pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) yang saat ini banyak berkembang melalui ruang digital.
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, saat membuka kegiatan sosialisasi di Zamrud Room Komplek Rumah Rakyat, Kamis (7/5/2026), menyampaikan bahwa meskipun kondisi Kabupaten Siak saat ini aman dan kondusif, upaya pencegahan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi kepada masyarakat.
“Alhamdulillah Siak dalam kondisi aman dan kondusif, namun pencegahan tetap harus dilakukan melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi seperti ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pencegahan paham IRET harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga, kemudian diperluas ke lingkungan sekolah hingga masyarakat. Menurutnya, penguatan nilai keagamaan dan hubungan sosial menjadi kunci dalam membentengi masyarakat dari pengaruh paham negatif.
“Pencegahan ini harus dimulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Jika hubungan manusia dengan Allah dan sesama manusia kuat, insyaAllah dapat menghindarkan kita dari hal-hal yang tidak baik,” tambahnya.
Syamsurizal juga mengapresiasi peran Densus 88 Anti Teror Polri dalam upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat. Ia menilai, di era digital saat ini, penyebaran paham radikal dapat terjadi melalui berbagai platform, termasuk media sosial dan permainan daring, sehingga diperlukan kewaspadaan bersama.
Sementara itu, perwakilan Kasat Intel Polres Siak, Brigpol Omes, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan deteksi dini terhadap potensi penyebaran paham IRET di wilayah Kabupaten Siak. Hingga saat ini, sosialisasi telah menjangkau sejumlah sekolah di tingkat SMP dan SMA, termasuk di Kecamatan Tualang (Perawang) dan Kecamatan Siak.
“Untuk wilayah Perawang sudah sekitar 80 persen sekolah yang kami masuki, dan di Kecamatan Siak juga sudah beberapa sekolah. Kegiatan ini akan terus kami lanjutkan hingga merata,” jelasnya.
Dari pihak Densus 88 Anti Teror Polri, Brigpol Bayu Oktara menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan saat ini lebih mengutamakan pencegahan atau non-penal dengan target zero attack. Ia menegaskan bahwa ideologi teror dapat menyasar siapa saja, terutama generasi muda yang sedang mencari jati diri.
“Penyebaran paham radikal kini banyak terjadi melalui media sosial. Karena itu, pendekatan kami adalah pencegahan, pembinaan, dan pendampingan agar tidak berkembang ke arah yang lebih ekstrem,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa proses radikalisasi umumnya berlangsung bertahap, mulai dari sikap intoleran, berkembang menjadi radikal, hingga berpotensi melakukan tindakan teror jika tidak dicegah sejak dini.
Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Siak dalam penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial agar pesan pencegahan dapat menjangkau lebih luas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam mencegah penyebaran paham radikal serta menjaga Kabupaten Siak tetap aman dan kondusif. (*)

