UIN Suska Riau Gelar Wisuda 2026, Orasi Ilmiah Soroti Pentingnya Kecerdasan Finansial di Era Digital

Beritariau.com, Pekanbaru – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode I dan II Tahun 2026 yang meluluskan program doktor, magister, sarjana, dan diploma, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan wisuda yang berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa tersebut dipimpin oleh Ketua Senat, Zaitun, sebagai bentuk pengukuhan resmi para lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Rektor UIN Suska Riau, Leny Nofianty, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.
“Para lulusan diharapkan mampu menjadi insan yang unggul, berintegritas, berakhlak mulia, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.
Acara wisuda ini turut dihadiri perwakilan instansi pemerintah, termasuk Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, bersama jajaran pimpinan universitas dan tamu undangan lainnya.
Dalam rangkaian acara, orasi ilmiah disampaikan oleh Susnaningsih Mu’at yang menekankan pentingnya kecerdasan finansial di era digital.
Ia menjelaskan bahwa transformasi pembayaran digital telah mendorong pergeseran menuju masyarakat tanpa uang tunai, namun juga memunculkan tantangan baru berupa ketergantungan pada layanan kredit instan seperti paylater.
“Tanpa pengendalian diri, kemudahan ini bisa menjadi jebakan utang yang berdampak jangka panjang terhadap kondisi finansial generasi muda,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa buruknya rekam jejak keuangan sejak dini dapat membatasi akses terhadap pembiayaan usaha maupun kepemilikan aset di masa depan.
Pada kesempatan tersebut, universitas menetapkan wisudawan terbaik, yakni Bilhakki Putra (S3 Pendidikan Agama Islam) dan Yovia Violanda Fransiska (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir), atas prestasi akademik yang membanggakan.
Melalui wisuda ini, UIN Suska Riau menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki literasi finansial dan kesiapan menghadapi tantangan global di era digital. (*)

