Peluncuran Autobiografi Saleh Djasit di LAMR Berlangsung Khidmat dan Sarat Nuansa Adat

Beritariau.com, Pekanbaru – Peluncuran buku autobiografi Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit bertajuk Jalan Hidup Anak Pujud berlangsung khidmat di Balai Rung Tenas Effendy, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Rabu (15/4).
Kegiatan yang ditaja oleh LAMR Provinsi Riau ini dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari unsur pemerintah daerah, tokoh adat, hingga para mantan Gubernur Riau.
Plt Gubernur Riau yang diwakili Sekdaprov Syahrial Abdi turut hadir bersama Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil. Tampak pula mantan Gubernur Riau seperti Wan Abu Bakar, Wan Thamrin, Syamsuar, dan Andi Rahman.
Acara dibuka dengan alunan musik instrumental Melayu yang menghadirkan suasana kental dengan nuansa adat. Rangkaian prosesi dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, saritilawah, serta pembacaan syair Melayu yang semakin menambah kekhidmatan suasana.
Dalam sambutannya, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengapresiasi sosok Saleh Djasit yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menempatkan adat dan budaya Melayu sebagai fondasi pembangunan di Riau.
Menurutnya, gagasan menjadikan Riau sebagai pusat budaya Melayu di Asia Tenggara yang dirintis pada masa kepemimpinan Saleh Djasit masih relevan dan menjadi arah pembangunan hingga saat ini.
Ia juga memuji semangat Saleh Djasit yang tetap produktif berkarya di usia lanjut, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Sementara itu, dalam sekapur sirihnya, Saleh Djasit mengungkapkan bahwa penulisan buku tersebut telah dimulai sejak tahun 2008 dan baru rampung setelah melalui proses panjang selama 18 tahun, dengan dukungan sejumlah editor dan tokoh.
Ia berharap autobiografi ini dapat menjadi referensi bagi keluarga dan masyarakat, sekaligus meluruskan kisah perjalanan hidupnya.
Rangkaian acara ditutup dengan prosesi adat arak-arakan buku serta tepuk tepung tawar yang diiringi musik tradisional. Momen tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan sampul buku, penyerahan buku kepada para tokoh, serta penayangan video dokumenter perjalanan penulisan karya tersebut.
Peluncuran ini tidak hanya menjadi momen literasi, tetapi juga wujud penghormatan terhadap perjalanan hidup dan kontribusi seorang tokoh dalam membangun Riau berbasis nilai-nilai budaya Melayu. (*)

