Mahar Unik, Bibit Mangga Jadi Simbol Cinta dan Harapan Abi Yahya untuk Aprilia

Abi Yahya menikahi Aprilia, warga Desa Woro Kecamatan Kragan, Rembang dengan mahar bibit pohon mangga
Beritariau.com - Suasana haru menyelimuti prosesi pernikahan Abi Yahya Bunaya Sulthon dan Aprilia Siti Nuraini yang digelar di Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Sabtu (11/4/2026).
Dalam akad nikah yang dipandu oleh M. Ali Akhyar, Abi Yahya memberikan mahar yang tak biasa: seperangkat alat salat, uang tunai, serta bibit pohon mangga. Pilihan mahar ini langsung mencuri perhatian para tamu yang hadir.
Dengan penuh haru, Aprilia menerima mahar tersebut sebagai simbol cinta sekaligus harapan akan masa depan rumah tangga mereka. Bibit pohon mangga dipilih bukan tanpa makna—ia melambangkan kehidupan yang terus tumbuh, berakar kuat, dan kelak berbuah kebaikan bagi keluarga maupun lingkungan.
“Kami ingin pohon ini tumbuh bersama perjalanan rumah tangga kami, menjadi saksi hingga anak cucu nanti,” ungkap Abi Yahya.
Menurut M. Ali Akhyar, mahar berupa bibit pohon mangga tersebut bahkan tercatat secara resmi dalam buku nikah, menegaskan bahwa nilai simbolis juga memiliki kedudukan yang sah dalam pernikahan.
Fenomena ini sejalan dengan program ekoteologi yang digalakkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya di Kabupaten Rembang. Melalui gerakan tersebut, pasangan pengantin didorong untuk menanam pohon sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Kemenag Rembang, Moh. Mukson, mengapresiasi langkah pasangan tersebut. Ia berharap, mahar berbasis lingkungan seperti ini dapat menjadi inspirasi sekaligus amal jariyah yang bermanfaat bagi generasi mendatang.
Pernikahan ini menjadi pengingat bahwa mahar tidak harus bernilai besar secara materi, tetapi dapat berupa sesuatu yang sederhana, sarat makna, dan membawa pesan kehidupan yang mendalam. (*)

