Spesialis pembobol kartu ATM di Inhil dibekuk saat beraksi, ini modusnya...

ilustrasi
Beritariau.com, Inhil - Aksi US alias Buyung, warga Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja Batam, Provinsi Kepri, mengutak-atik dan mencuri uang dari mesin ATM akhirnya berakhir. Pencuri yang beroperasi dengan menggunakan kartu ATM ini akhirnya dibekuk Tim Opsnal Polres Indragiri Hilir (Inhil) saat beraksi di lokasi lokasi ATM BCA Jalan M Boya kota Tembilahan, Minggu (25/07/16).
Kepolisian merilis, Buyung berhasil ditangkap atas informasi dari warga. Namun, dua rekannya yang telah diketahui namanyan, masing-masing berinisial IL alias Lin (44) dan Der (40), berhasil kabur.
"Setelah mendapat informasi, Tim Opsnal Satreskrim melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 15.00 wib melihat orang yang mencurigakan di dalam ATM BCA Jalan M. Boya Tembilahan," jelas Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono, Selasa, (26/07/16).
Seorang pria yang dicurigai di lokasi ATM diperiksa. Diluar dugaan, saat pemeriksaan berlangsung di TKP, seorang laki-laki lain yang berada di dalam area mesin ATM langsung melarikan diri dan menaiki sebuah mobil jenis Avanza. Akhirnya, Buyung, pria yang diperiksa tu dibawa ke Mapolres Inhil.
"Ia melakukan aksinya bersama dengan 2 rekannya yang berhasil kabur. Keduanya merupakan warga Pekanbaru," jelas Wicak.
Dalam beraksi, Lin (44) bertugas memasukkan sapu lidi ke mesin ATM dan Der (40) sebagai sopir. Modus pencurian dilakukan dengan memasukkan sebatang sapu lidi dengan ukuran 2 centimeter ke dalam bibir atau lobang ATM.
"Setelah lidi masuk, Lin keluar dan menunggu calon korban yang akan melakukan transaksi di ATM itu. Tak lama kemudian datanglah seorang wanita masuk ke dalam ruangan ATM dan mencoba transaksi namun tidak bisa," terangnya.
Selanjutnya, Lin datang lagi. Kali ini, berpura pura ingin menolong. Korban yang percaya menyerahkan ATM miliknya ke tangan Lin. Dengan kelihaian tangan dan tanpa diketahui oleh korban, Lin menukar kartu ATM milik korban dengan kartu ATM yang telah dipersiapkan.
Lalu Ia berpura-pura menolong dengan memasukkan kartu ATM yang telah ditukarnya. Tentu, kartu ATM itu tak bisa berfungsi lantaran ditukar. Karena tak bisa, Lin pergi dan meninggalkan korban dengan membawa kartu ATM asli milik korban. Sementara korban tak sadar memegang kartu ATM yang salah.
Selanjutnya, giliran Buyung beraksi. Ia masuk ke ruangan mesin ATM dan juga berpura pura menolong korban untuk melakukan transaksi. Pada saat korban menekan PIN kartu ATM miliknya dengan kartu yang sudah ditukar, Buyung melihat dan menghafalnya.
"Tentu gagal. Lalu Buyung menyuruh korban untuk menunggu saja di ruangan ATM tersebut," katanya Wicak lagi.
Setelah itu, Buyung keluar dari ruangan ATM dan langsung masuk ke dalam mobil dan memberitahu kepada Lin nomor PIN dari kartu ATM milik korban yang telah dipegangnya.
Kemudian, sekitar pukul 14.30 wib, ketiga pelaku kembali menuju ATM BCA Jalan M. Boya Tembilahan untuk melakukan pengecekan saldo ATM milik korban dan menguras isi rekening korban. Saat itulah, Buyung yang kedapatan berada di depan mesin ATM langsung dibekuk. Namun, 2 orang rekannya berhasil kabur.
"Saat penangkapan salah seorang petugas mengalami luka lecet di tangan saat berusaha memegang pelaku yang ingin kabur. Dari keterangan Buyung, spesialis pencuri lewat ATM ini belum mendapatkan hasil selama beraksi di Tembilahan," imbuh Wicak.
Sedangkan di daerah lain, dengan modus yang sama seperti di Kota Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti, mereka berhasil mencuri sebesar Rp10.800.000 dan di Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Rp4.800.000. [red]

