Lift Proyek RS Santa Maria Pekanbaru Jatuh dari Lantai 7, Tiga Pekerja Kritis di ICU

Lift Proyek RS Santa Maria Pekanbaru Jatuh dari Lantai 7, Tiga Pekerja Kritis di ICU

Polisi melakukan penyelidikan di proyek pembangunan Rumah Sakit Santa Maria Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru, Selasa (7/4/2026). (Polsek Sukajadi)

Beritariau.com, Pekanbaru – Kecelakaan kerja serius terjadi di proyek pembangunan Rumah Sakit Santa Maria, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Selasa (7/4/2026) malam. Sebuah lift barang dilaporkan jatuh dari lantai tujuh, menyebabkan tiga pekerja mengalami luka berat dan harus dirawat intensif di ruang ICU.

Ketiga korban masing-masing Kusnia (23), Muhammad Agit Nurjamil (25), dan Ashari Ananta Pangestu (27). Mereka mengalami cedera serius, terutama patah tulang pada bagian kaki, serta luka di wajah pada salah satu korban.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.30 WIB saat para pekerja selesai membersihkan peralatan di lantai tujuh. Mereka kemudian menggunakan lift barang untuk turun. Namun, lift sempat berhenti di lantai enam sebelum tiba-tiba terjun bebas hingga ke dasar.

“Lift sempat berhenti di lantai enam, lalu tiba-tiba jatuh tanpa kendali,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sukajadi, AKP Leo Putra Dirgantara.

Dari hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga disebabkan gangguan teknis. Kawat sling disebut tidak berfungsi normal karena tergulung tidak beraturan, sementara sistem pengereman diduga gagal bekerja sehingga tidak mampu menahan laju lift.

Usai kejadian, korban langsung dievakuasi oleh rekan kerja bersama petugas ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan darurat. Hingga kini, kondisi mereka masih dalam pengawasan ketat tim medis.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kabel baja yang putus serta peralatan kerja yang rusak. Area proyek juga telah dipasangi garis pembatas untuk kepentingan penyelidikan.

Saat ini, aparat masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran standar keselamatan kerja. Pemeriksaan terhadap pihak kontraktor dan pengelola proyek terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (*)