Pemprov Riau Siapkan Aset Daerah untuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa di Kampar

Pemprov Riau Siapkan Aset Daerah untuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa di Kampar

Beritariau.com, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau mematangkan rencana pemanfaatan aset daerah guna mendukung operasional Koperasi Merah Putih di SMA Negeri 2 Koto Tibun, Kabupaten Kampar. Program ini dirancang sebagai pusat layanan ekonomi terpadu berbasis komunitas, bukan sekadar koperasi sekolah.

Langkah tersebut difokuskan pada optimalisasi aset agar produktif dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menegaskan bahwa setiap aset pemerintah harus memiliki nilai tambah yang nyata.

“Aset pemerintah jangan hanya menjadi bangunan tanpa kontribusi. Koperasi Merah Putih harus menjadi pusat pergerakan ekonomi lokal,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Koperasi Merah Putih disiapkan dengan konsep layanan terpadu, meliputi:
- Penyediaan sembako murah untuk membantu pengendalian inflasi pangan
- Klinik dan apotek desa guna memperluas akses layanan kesehatan
- Fasilitas cold storage bagi hasil pertanian dan perikanan
- Dukungan logistik desa untuk distribusi produk lokal

Menurut Erisman, keberadaan cold storage menjadi kunci penting. Selama ini, banyak petani dan nelayan mengalami kerugian akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan, sehingga harga jual tidak stabil.

“Dengan penyimpanan yang memadai, kualitas produk terjaga dan daya tawar petani serta nelayan meningkat,” jelasnya.

Selain fokus pada manfaat ekonomi, Pemprov Riau juga menekankan aspek tata kelola yang transparan dan sesuai regulasi. Pemanfaatan aset daerah, kata Erisman, harus memperhatikan aspek legal, administrasi, serta pengawasan agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Ke depan, Dinas Pendidikan Riau akan berkoordinasi dengan DPRD dan perangkat daerah terkait untuk memastikan program ini tidak berhenti pada tahap perencanaan.

Jika terealisasi optimal, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi model integrasi antara sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi desa, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat berbasis komunitas. (*)