Begal di Rohul Ditangkap Setelah Titipkan HP Hasil Rampokan ke Teman di Lapas

Begal di Rohul Ditangkap Setelah Titipkan HP Hasil Rampokan ke Teman di Lapas

Poniran, wanita di Rohul yang jadi korban begal

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Mandra (20) tak bisa berkutik lagi saat Gabungan Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rokan Hulu dan Unit Reskrim Polsek Rambah Samo berhasil membekuknya pada Sabtu (25/6/2016) malam kemarin.

Mandra berhasil dibekuk setelah petugas menelusuri keberadaannya melalui temannya yang berada di dalam jeruji besi tahanan lembaga pemasyarakatan Pasir Pangaraian.

Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono, Minggu (26/6/2016) malam menjelaskan, anggotaya di Polsek Rambah Samo langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan dari korban Mandra.

Polisi mendapat informasi bahwa pelaku sempat berkunjung ke lembaga Permasyarakatan Pasir Pangaraian untuk bertemu dengan salah satu narapidana atas nama Aripin.

"Atas info tersebut, petugas langsung menemui dan memeriksa Aripin. Kita difasilitasi oleh pihak Lapas. Hasilnya, Aripin mengakui bahwa pada Rabu 22 Juni 2016 pelaku Mandra sempat mengunjungi dia serta menitipkan 1 unit hp merk nokia type 103  milik korban," ucap Pitoyo.

Setelah mendapatkan Handphone itu, polisi bergegas untuk mencari keberadaan Mandra. Lalu pada hari Sabtu (25/6) sekitar pukul 20.00 WIB, polisi berhasil menangkap pelaku di jalan raya Desa Sungai Salak Kecamatan Rambah Samo, kabupaten Rohul.

Dari hasil interogasi Mandra melakukan aksi curas bersama pelaku lain bernama Ilyas. Dimana peran Mandra adalah menghubungi korban untuk bertemu di lokasi kejadian, sedangkan Ilyas yang melakukan pemukulan terhadap korban.

"Saat ini, pelau Mandra dan barang bukti hasil kejahatannya sudah kita tahan untuk proses hukum selanjutnya. Sedangkan tersangka I (Ilyas), masih kita kejar dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," pungkas Pitoyo.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 unit Hp merk Nokia type 103 milik korban, potongan Lakban hitam, bekas ikatan pada mulut, tangan, dan kaki korban, serta 1 unit Sepeda motor Yamaha Zupiter mx warna hitam yang digunakan untuk melakukan perampokan.

‎"Kasus perampokannya terjadi pada Senin 20 juni 2016 sekitar pukul 20.00 wib. Saat itu korban dihubungi oleh orang yang belum dikenal dengan cara diajak untuk bertemu lewat sms dan mengaku bernama  Andy," kata Pitoyo.

Lalu korban (poniran)  bergegas menuju tempat yang dimaksud dengan mengendarai sepeda motor honda beat warna merah les putih tanpa tanda nomor kendarana.  Korban berangkat menuju Desa Sungai Salak.

"Dalam perjalanan lebih kurang 2 kilometer dari Desa Marga Mulya tepatnya di area lokasi kebun sawit saat itu korban ada dihubungi melalui seluler pelaku mengatakan "sudah dimana dek? ". Kemudian korban menjawab 'masih dijalan'," kata Pitoyo menceritakan kronologis kejadian.

Sesampainya di jalan kebun sawit, pelaku memberi kode dengan cara menghidupkan Handphone agar korban mengetahui posisi pelaku. Melihat itu korban pun berhenti dan menghampiri tersangka yang berjumlah 2 orang. Saat itu korban terlebih dahulu diajak bercerita lebih kurang 5 menit.

"Sewaktu korban diajak bercerita tiba tiba salah satu teman pelaku langsung memukul punggung korban menggunakan tangan," ucap Pitoyo.

Saat itu korban sedang duduk diatas sepeda motor, setelah terjatuh, pelaku kembali memukuli korban sampai pingsan. Namun 5 menit berselang, korban sadar telah menjadi korban begal.

"Sewaktu sadarkan diri, mulut tangan dan kaki korban sudah dililiti dengan lakban warna hitam," kata Pitoyo.

Setelah kejadian itu, korban merasa kesakitan dan trauma. Sedangkan sepeda motor serta handphone milik korban juga dibawa kabur oleh pelaku. Atas kejadian tersebut korban merasa kerugian sekitar 16 juta, kemudian melaporkan apa yang dialaminya ke kantor polisi setempat. [pan]