Polisi Buru Pembakar 30 Hektar Lahan Milik Petani di Pelalawan

Polisi Buru Pembakar 30 Hektar Lahan Milik Petani di Pelalawan

Meski menjalankan ibadah puasa, tim karhutla harus berjibaku memadamkan api akibat kebakaran hutan dan lahan

Beritariau.com, Pelalawan - Jajaran Kepolisian Daerah Riau tengah memburu pelaku pembakar lahan dan hutan (karlahut) seluas 30 hektar di desa Pangkalan Terap kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.

"Lahan yang terbakar itu merupakan lahan gambut milik kelompok tani dan jauh dari pemukiman. Saat ini kita masih menelusuri siapa pelaku pembakaran itu," ujar Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo SIk, Jumat (10/6/2016).

Lahan gambut milik masyarakat kelompok tani yang terbakar itu merembet ke lahan sebuah perusahan. "Yang terbakar lahan gambut basah, jadi atasnya saja yang terbakar. Bawahnya tetap basah sehingga api tidak terlalu sulit untuk dipadamkan," kata Ari.

Di sisi lain, polisi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan karlahut termasuk TNI juga melakukan patroli darat memantau hotspot yang terindikasi sebagai titik api.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik mengatakan, langkah ini sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di Riau.

?"Patroli tersebut dilakukan secara berkelanjutan di seluruh Polres Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau," ujar Guntur.

Untuk memastikan apakah titik panas yang terpantau merupakan sumber dari kebakaran, tim patroli berkoordinasi dengan BMKG. Ini juga untuk memastikan jumlah titik panas, dan titik koordinatnya.

"Selalu berkoordinasi dengan BMKG yang intens memberikan informasi kepada petugas patroli di lapangan. Dari data itu kita cek di lapangan. Ketika ditemukan, saat masih kecil apinya kita padamkan dengan masyarakat setempat," kata Guntur.

Pemadaman api dilakukan petugas bahu-membahu bersama masyarakat. Jika api terlalu besar, dan luasan areal yang terbakar cukup luas, dan sulit dipadamkan, maka dilakukan permintaan pemadaman melalui udara, atau Water Bombing.

"Kalau misalkan luasan lahan sudah besar kemudian, api dan medan sulit dipadamkan, kita koordinasi ke Posko untuk Water bombing," jelas Guntur.

Sementara itu, tim satgas udara, hingga saat masih melakukan Water Bombing di Pangkalan Terap, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Titik api di lokasi tersebut belum padam, setelah diketahui terbakar Kamis lalu. Petugas juga melakukan pembatasan areal terbakar dengan Police Line.

Bahkan, karena beratnya medan yang ditempuh, salah seorang tim ops darat pingsan karena cuaca panas. Sebab, salah seorang sumber di lokasi mengatakan, tidak ada tempat berteduh dan msh dalam kondisi berpuasa. Saat ini, lahan terbakar tersebut masih diupayakan untuk pemadaman baik melalui darat maupun udara. [pan]