Waduh! Tera Timbangan PKS di Rohul Banyak yang Nggak Beres

Waduh! Tera Timbangan PKS di Rohul Banyak yang Nggak Beres

Timbangan sawit (foto internet)

Beritariau.com, Pasir Pangaraian - Hampir 60 persen timbangan hasil perkebunan kelapa sawit berupa tandan buah segar (TBS) dari koperasi yang dikerjasamakan dengan pihak perusahaan maupun masyarakat diragukan.

Salah satu pihak yang mengeluhkan hal ini adalah Koperasi Serba Usaha Rokan Jaya (KSU-Tokan Jaya). Dalam rapat anggota tahunan (RAT), pengurus koperasi menyampaikan keluhannya mengenai timbangan perusahaan yang dinilai merugikan koperasi. Dimana hasil timbangan TBS dari lapangan tidak sesuai dengan hasil timbangan di perusahaan.

"Kita akui selama ini  umumnya koperasi yang bermitra dengan pihak perusahaan. Namuna yang menjadi keluhan utama adalah mengenai timbangan. Selain itu juga pelanggaran terhadap MOU yang telah disepakati. Seperti perluasan areal dan pembagian lahan 60 untuk perusahaan, 40 untuk petani ternyata tak sesuai dengan kenyataan," ungkap Ketua KSU Tokan Jaya, Zulkifli Said, Sabtu (28/5/2016).

Menanggapi hal ini, Dinas koperasi perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) akan melakukan penertiban timbangan TERA perusahaan dan Pabrik kelapa Sawit (PKS) yang bermasalah.

Menurut Kepala Dinas Koperindag Rohul, Tengku Rafli Armen, pengawasan timbangan perusahaan yang memiliki pabrik kelapa sawit (PKS)  masih menjadi tanggung jawab dinas perdagangan Provinsi Riau. Dengan begitu pihak pemkab sangat sulit untuk melakukan pengawasan timbangan TERA.

"Namun untuk bulan Oktober nanti pemerintah provinsi akan menyerahkan ke pemerintah kabupaten untuk pertanggungjawaban melakukan pengawasan timbangan perusahaan," terang Armen.

Rencananya, pengawasan akan dilakukan tiga bulan sekali. Namun jika benar-benar dibutuhkan, bisa dilakukan sebulan sekali. [cp]