Penyaluran MLT Capai Rp81,9 Miliar, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Akses Rumah Layak Bagi Pekerja

Penyaluran MLT Capai Rp81,9 Miliar, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Akses Rumah Layak Bagi Pekerja

Beritariau.com, Pekanbaru - Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan terus menunjukkan dampak signifikan bagi kesejahteraan peserta. 

Sepanjang 2025, penyaluran MLT di wilayah kerja Kanwil Sumbarriau Kepri berhasil mencapai Rp81,9 miliar, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Program ini dirancang untuk mendukung agenda pemerintah dalam menyediakan hunian layak, terjangkau, dan mudah diakses oleh para pekerja. 

Capaian tersebut terdiri dari tiga jenis manfaat MLT, dengan kontribusi terbesar berasal dari Program Kredit Konstruksi (KK) sebesar Rp76,5 miliar. 

Selanjutnya, Program Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) turut mencatatkan penyaluran Rp3,6 miliar, serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) senilai Rp1,8 miliar. Sementara itu, Program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) belum mencatatkan penyaluran pada tahun berjalan.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Kepri, Henky Rhosidien, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat perlindungan jangka panjang bagi pekerja melalui akses hunian.

“Angka Rp81,9 miliar ini bukan sekadar nominal, melainkan wujud nyata harapan pekerja terhadap kepastian memiliki rumah. Dominasi Kredit Konstruksi menggambarkan langkah strategis kami dalam menjalin kemitraan dengan pengembang untuk memastikan tersedianya hunian yang layak dan terjangkau," ujarnya Senin (24/11/2025).

Ia juga menegaskan bahwa optimalisasi seluruh jenis MLT, termasuk PUMP, akan terus didorong melalui sosialisasi dan kolaborasi lintas sektor sehingga semakin banyak pekerja dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekanbaru Panam, Ruszian Dedy, mengatakan bahwa MLT merupakan bukti bahwa manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir saat risiko terjadi, namun juga dalam peningkatan kesejahteraan peserta.

“Program MLT memberi peluang nyata bagi pekerja untuk memiliki rumah sendiri, baik melalui KPR, renovasi, maupun dukungan pembangunan oleh pengembang. Kami di unit layanan daerah, termasuk Pekanbaru Panam, terus mendorong perusahaan dan peserta untuk memanfaatkan fasilitas ini karena manfaatnya langsung dirasakan keluarga pekerja,” ujar Ruszian.

Ia menambahkan bahwa kemudahan akses informasi melalui aplikasi JMO turut mempercepat proses administrasi MLT serta memudahkan peserta memeriksa status kepesertaan dan layanan lainnya.

“Melalui JMO dan layanan tatap muka di kantor, kami memastikan proses MLT berjalan mudah, cepat, dan transparan,” tegasnya.

Dengan terus meningkatnya penyaluran MLT, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perlindungan menyeluruh sekaligus meningkatkan kualitas hidup pekerja Indonesia melalui akses hunian yang layak, aman, dan terjangkau. (*)