Wow! Foto Oknum Dewan Kuansing Asyik Menghitung Tumpukan Duit Beredar Luas

Wow! Foto Oknum Dewan Kuansing Asyik Menghitung Tumpukan Duit Beredar Luas

Uang Rupiah

Beritariau.com, Taluk Kuantan - Sebuah foto tentang seorang oknum anggota DPRD Kuansing yang sibuk menghitung uang sekitar miliaran rupiah menghebohkan masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing).

Informasi yang diperoleh beritariau.com, Sabtu (07/05/2016), dalam foto tersebut tampak sang oknum dewan yang diduga mirip dengan Ketua Komisi A DPRD Kuansing, MD itu tengah memegang sebuah tas plastik warna hitam. Di dalamnya diduga berisi uang dalam jumlah yang cukup banyak.
 
Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya sejumlah uang yang masih tergeletak di lantai dalam bentuk pecahan Rp100 ribu. Terkait foto tersebut, sebagian masyarakat menduga uang yang berada di dalam tas plastik itu berkisar sekitar Rp2 miliar.
 
Melihat poto tersebut, Wakil Bupati Kuansing Zulkifli merasa kaget. Bahkan Zulkifli mendesak pihak penegak hukum segera menyelidiki asal muasal uang miliaran tersebut.

“Kalau ditengok di gambar tersebut uangnya tidak akan kurang dari Rp2 miliar. Kami yakin uang sebanyak itu diduga, itu uang panas,” ujar Zulkifli menduga.

Sebab kata Zulkifli, menurut informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, suatu hal yang mustahil seorang anggota DPRD punya uang sebanyak itu. Oleh karena itu, ia berharap agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan, baik itu pihak KPK, Kejaksaan maupun Kepolisian.

Sementara itu, MD saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui beredarnya foto-foto tersebut. Bahkan katanya tidak setuju dengan pertanyaan Wabup Zulkifli yang telah berulang-ulang kali mengirim SMS kepadanya, namun dirinya tidak pernah menanggapi.

“Untuk apa beliau menanyakan uang orang lain. Sementara saya tidak pernah menanyakan uang beliau. Masa iya dia yang mengurusi uang orang lain,” tutur MD.

MD berharap, Wabup Zulkifli sebagai seorang pejabat di Kuansing jangan menciptakan polemik di tengah-tengah masyarakat. “Wabup itu janganlah menyebar fitnah,” sarannya. [red]