PT ICE Benahi TPA Muara Fajar untuk Atasi Pencemaran Air Lindi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra
Beritariau.com, Pekanbaru — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru bersama PT Indonesia Clean Energy (ICE) tengah melakukan penataan ulang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 2 Muara Fajar. Langkah ini bertujuan memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan mengatasi pencemaran yang disebabkan oleh air lindi, yakni cairan hasil pelapukan atau pembusukan sampah di TPA.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, menjelaskan bahwa aktivitas pengelolaan di TPA tersebut sempat terhenti selama beberapa waktu, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, termasuk pencemaran akibat air lindi.
“Memang pengelolaan di sana sudah lama terhenti. Karena itu, kami bekerja sama dengan PT ICE yang kini mulai melakukan penataan, termasuk dalam pengelolaan air lindi,” ujar Reza di Kantor Gubernur Riau, Senin (10/11/2025).
Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kandungan air lindi di TPA 2 Muara Fajar tergolong sangat berbahaya karena belum memiliki sistem pengolahan yang memadai.
“Namun dengan adanya kerja sama bersama PT ICE, permasalahan ini dapat segera diatasi. Saat ini mereka sudah memulai berbagai tahap penataan dan pengerjaan di lokasi,” tambahnya.
PT ICE kini tengah mengubah sistem pengelolaan sampah di TPA Muara Fajar dari metode open dumping menjadi controlled landfill, yakni sistem penimbunan yang lebih aman, ramah lingkungan, dan memenuhi standar pengelolaan sampah modern.
Gunungan sampah yang sebelumnya dibiarkan terbuka kini mulai ditata ulang agar proses pelapukan dan pengendalian air lindi bisa lebih terkendali.
DLHK berharap, penataan dan pengelolaan yang dilakukan dapat rampung dalam waktu dekat. Jika sesuai rencana, pada Januari 2026 mendatang PT ICE sudah dapat beroperasi penuh mengolah sampah menjadi energi listrik.
“Kami berharap seluruh tahap dapat berjalan lancar sehingga pengolahan sampah di TPA 2 Muara Fajar bisa kembali optimal dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” tutup Reza. (*)

