Pembunuh Sadis di Kuansing Tertangkap Saat Main Game di Mal

Pembunuh Sadis di Kuansing Tertangkap Saat Main Game di Mal

ilustrasi buronan

Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah menjadi buronan selama setengah tahun, akhirnya pembunuh sadis di Kuantan Singingi (Kuansing) dibekuk polisi saat asyik main game di mal. Penangkapan pria bertato banyak ini berhasil berkat kerja sama Polsek Kuantan Mudik dengan aparat Polsek Sukajadi dan Polsek Limapuluh, Kota Pekanbaru.

Kanit Reskrim Polsek Kuantan Mudik Ipda Rafidin Lumban Gaol akhir pekan lalu mengatakan Warelzam Laia alias Laia Tato (27) yang jadu tersangka utama pembunuhan pada Agustus 2015 silam ini diringkus saat main game di Matahari Plaza Pekanbaru. Tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah ditangkap, Laia Tato langsung dibawa ke Polsek Kuantan Mudik untuk menjalani proses hukum. Pelaku pembunuhan dalam kasus ini tidak hanya Laia Tato, namun ada lagi Darmawan Waruwu yang sudah terlebih dahulu tertangkap dan sekarang sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Rengat. 

Berdasarkan info laporan singkat di Bidang Humas Polda Riau, penangkapan terhadap Laila Tato bermula dari pelacakan sinyal telephon genggamnya. Begitu didapat titik kordinatnya, langsung dilakukan koordinasi dengan aparat kepolisian terdekat, yakni Polsek Sukajadi dan Polsek Limapulu, Pekanbaru untuk bersama melakukan penangkapan

Pria penuh tato ini diduga terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap pemburu babi bernama Pardi (37). Sebelumnya, polisi lebih dahulu menangkap Darmawan Waruwu. Bahkan rekan Laia Tato itu telah menjalani vonis penjara selama 8 tahun 7 bulan.
 
Pardi, mantan karyawan PT TBS ditemukan tewas di Afdeling 12 Desa Pantai, Kuantan Mudik. Kondisinya mengenaskan dengan luka bacokan di beberapa bagian  tubuh.
 
Diduga, motif pembunuhan adalah dendam. Laia Tato mengaku pernah ditembak Pardi pakai senjata api rakitan. Usai membunuh Pardi, Laia Tato mengaku kabur ke Minas. Dua bulan di sana, dia melanjutkan pelarian ke Medan. Merasa aman, dia kembali ke Riau. [red]