Langkah Antisipasi
Karhula di Riau mulai nihil, prajurit TNI tetap di dalam hutan

ilustrasi
Beritariau.com, Pekanbaru - Komandan Korem 031 Wirabima, Brigjen (TNI) Nurendi mengingatkan seluruh pihak baik swasta maupun masyarakat umum untuk mencegah terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) dengan tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
"Mulai bulan Mei, kemarau cukup panjang sampai Oktober. Harapan kami pihak-pihak turut membantu kami di Satgas untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujar Nurendi di aula Markas Korem 031 Wirabima, Jumat (08/04/16).
Dikatakan Nurendi, upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan terus dilakukan jajarannya dengan cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat, berupa himbauan-himbauan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Anggota tetap di lapangan, sebagai upaya pencegahan itu," kata dia.
Titik api yang ada pada priode bulan Januari, Februari, dan Maret tahun ini jauh lebih berkurang jika dibandingkan dengan periode serupa pada tahun 2015 lalu.
"Jika dilihat dari grafiknya, bulan Januari, Februari, Maret, maka lebih banyak tahun 2015. Tahun2016 ini lebih menurun lagi," kata Nurendi.
Saat ini Satgas Karlahut Riau tetap bertugas di lokasi yang terindikasi terjadinya karlahut. Kendati masuk musim penghujan beberapa waktu belakangan ini, personil tetap disiagakan di lokasi.
Menurut Nurendi, hal itu bertujuan agar personil yang berada di lapangan akan melakukan upaya pencegahan terjadinya Karlahut.
"Sesuai tugas pencegahan, jadi tidak akan menarik pasukan walau musim hujan. Tetap laksanakan tugas memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat," terangnya.
Selain itu, petugas juga melakukan pembuatan kanal, dan embung di kawasan yang rentan terjadinya karlahut. Pola penempatan personil di lokasi dilakukan dengan menggunakan pola 1/3 gelar, 1/3 standby, 1/3 home base, dengan tugas sesuai program yang ditetapkan satuan.
"Sebulan sekali, personil di lapangan itu ditarik kemudian diganti dengan personil lain agar tidak jenuh," pungkasnya. [red]

