Alhamdullilah, Setahun Terpuruk, Harga Sawit dan Karet di Rohul Mulai Naik

Alhamdullilah, Setahun Terpuruk, Harga Sawit dan Karet di Rohul Mulai Naik

Harga komoditas karet di Rohul mulai naik, harganya mencapai Rp 6.000 hingga Rp 7.000/kg

Beritariau, Pasir Pangaraian - Petani kelapa sawit dan karet di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai bisa bernafas lega. Pasalnya, harga dua komoditas unggulan ini mulai menunjukkan taringnya.

Data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Rohul, sesuai hasil Rapat Tim Penetapan harga TBS Provinsi Riau periode 30 Maret hingga 05 April 2016, kenaikan harga sawit dipengaruhi naiknya harga crude palm oil (CPO).

"Ini salah satu penentu kenaikannya. Harga karnel dan Indeks K juga naik, hal ini ikut mempengaruhi kenaikan harga TBS sawit," ujar Kasi Pengelolaan dan Perdagangan Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Disbutbun) Kabupaten Rohul, Sriyanto, Selasa (5/4/16).

Ia merincikan, harga TBS sawit disesuaikan umur. Sawit berumur 3 tahun Rp1.338,16/kilogram (kg), umur 4 tahun Rp1.493,41/kg, umur 5 tahun Rp1.597,69/kg.

Kemudian, sawit umur 6 tahun Rp 1.645,49 per kg, umur 7 tahun Rp1.708,06/ kg, umur 8 tahun Rp1.761,37/kg, umur 9 tahun Rp1.818,44/kg. Sedangkan sawit berumur 10 tahun hingga 20 tahun Rp1.868.69/kg, umur 21 tahun Rp1.824,53/kg, umur 22 tahun Rp1.779,66/kg, umur 23 tahun Rp1.735,50/kg, umur 24 tahun Rp1.717,70/kg, dan sawit umur 25 tahun Rp1.645,48/kg.

"Indeks K nya 92,35 persen. Harga CPO saat ini Rp7.712,05, kernel 6.603.72  naik sebesar 128,03 per kilogram untuk umur 10 tahun hingga 20 tahun," jelas Sriyanto.

Selain harga TBS sawit naik, harga getah karet juga naik saat ini. Kenaikan masih berpedoman harga ekspor, dan kadar karet kering (K3). Untuk di Kecamatan Rambah harga komoditi karet Rp7150 per kg untuk karet lelang. Namun demikian, masih ada toke yang menghargai getah karet Rp6.000/kg.

Sriyanto mengakui harga karet tertinggi masih didominasi di Kecamatan Rokan IV Koto dan Pendalian IV Koto. Menurut dirinya, kualitas atau K3 karet di dua kecamatan ini sangat tinggi, sehingga harga lebih tinggi dari kecamatan lain.

Sementara salah seorang petani karet di Rohul, Doni mengaku senang dan lega dengan kenaikan komoditas ini. 

"Alhamdulillah Bang, harga Keret sedikit membaik. Sebelumnya Rp 4.500, sekarang naik dikisaran Rp 6.000 sampai Rp 7.000 per kilo gramnya. Saya sebagai petani sangat lega. Harapannya harga terus membaik sehingga ekonomi keluarga ikut membaik. Karena setahun belakangan ini harganya anjlok," harap Doni. [cp]