Kisah Miris di Negeri Seribu Suluk Rohul, warga Desa naik rakit seberangi Sungai

Kisah Miris di Negeri Seribu Suluk Rohul, warga Desa naik rakit seberangi Sungai

Warga Desa Banjar Datar Rohul Sebrangi Sungai Dengan Rakit

Beritariau.com, Rohul - ‎Kisah miris terjadi di Negeri Seribu Suluk. Sekian lama pembangunan berjalan, namun masyarakat di Desa Banjar Datar, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masih hanya me‎nggunakan rakit penyeberangan untuk menjangkau daerah lain melalui Sungai Menanti.

Rakit itu sendiri tak gratis. Mereka harus membayar Rp10 ribu untuk setiap jalan. Artinya, harus siapkan biaya Rp20 ribu transportasi Pulang-Pergi (PP) menggunakan rakit itu.‎

"Kami minta kepada Pemkab Rohul, supaya membuat jembatan. Sebab, saban hari kami harus lewat rakit penyebrangan,” ungkap Usman (40), warga Desa, Rabu (23/03/16).

‎Lanjutnya, lebar sungai sekitar 30 meter itu, pengajuannya sudah seringkali disampaikan baik kepada Pemkab Rohul termasuk kepada Pemprov Riau, namun hingga kini, belum juga ada tindak lanjutnya.

“Kami sangat berharap apalagi penyebrangan termasuk sangat urgen bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang akan melintas,” harapnya.‎

Saat melihat, di rakit pelayangan itu, secara kebetulan Kapolsek Rokan IV Koto Ahmad Yul tengah menyebrang, dirinya kasihan melihat kondisi itu, kalau digotong-royong rasa tak mungkin karena sungai lebar.

"Kita tak bisa berbuat apa, biasanya kalau jembatan-jembatan kecil itu, kita lakukan gotong-royong dengan masyarakat bersama anggota Polri, tapi kalau lebar seperti itu harus bangunan dari pemerintah,” tanggapnya. [red]‎