Riau Memilih Presiden 2014
Wow ! Untuk TPS Terpencil Kotak Suara Diantar Pake Motor Trail dan Sampan

Petugas KPU (Menggendong Kotak Suara) didampingi Polisi (Pengendara Motor Trail) Mendistribusikan Logistik Pilpres menuju Daerah Terpencil | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pelalawan - Pendistribusian surat dan kotak suara Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) di beberapa wilayah terpencil di Riau mulai dilakukan. Di Kabupaten Pelalawan, karena medan tempuh menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak seperti jalan normal, pendistribusian logistik yang dikawal oleh anggota kepolisian terpaksa menggunakan sampan atau perahu dan sepeda motor Trail.
Pantauan sejumlah awak media, ratusan anggota Polres Pelalawan terlebih dahulu melakukan apel siaga di depan Mapolres Pelalawan. Usai apel, puluhan motor trail yang dikendarai anggota langsung bergerak.
Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP Aprizal langsung memimpin Pendistribusian memakai trail. Satu motor membawa dua buah kotak suara, yang berisi semua logistik Pilpres.
Di jalur darat, karena medan jalan terjal dan sempit, tak jarang petugas terjatuh dan terperosok ke lumpur. Sedangkan di jalur sungai, polisi harus waspada menjaga kotak dan surat suara agar tidak basah kena air. Beberapa sampan dikerahkan dari Mapolres menuju Kecamatan Kuala Kampar.
Tiba dilokasi, di Kuala Kampar, tim pendistribusian tak langsung pulang karena ereka harus mengamankan hari pencoblosan. Lalu membawa kembali surat yang sudah dicoblos ke kantor KPU Pelalawan dengan resiko yang sama.
Pendistribusian logistik dengan motor trail dan perahu atau sampan, menurut Kapolres Pelalawan Aloysius Supriyadi, Senin (07/07/2014), dikarenakan lokasi TPS sulit terjangkau.
"Jadi, pada hari Selasa (08/07/2014), semua logistik sudah harus sampai di semua desa dan TPS. Untuk lokasi yang terpencil, pengangkatan menggunakan motor Trail. Sedangkan daerah kepulauan, menggunakan sampan. Keduanya dikawal ketat polisi," ujar Aloysius Supriyadi diruangannya.
Alasan Kapolres, sepeda motor trail lebih efektif dari pada menggunakan mobil. Jalanan perbukitan, sempit dan dikelilingi kebun sawit, lebih mudah ditempuh sepeda motor Trail dan mengurangi resiko.
"Ada beberapa kabupaten memakai motor Trail. Misalnya beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Kuras. Jalannya berbukit, masih tanah, sempit dan banyak tanjakan. Ini tidak bisa memakai mobil," kata Aloysius.
Dengan memakai motor trail, anggota kepolisian dapat menempuh perjalanan selama 7 jam, supaya sampai ke pedesaan. "Untuk memakai sampan ke Kecamatan Kuala Kampar, ditempuh 9 jam," terang Kapolres. [pan]
Pantauan sejumlah awak media, ratusan anggota Polres Pelalawan terlebih dahulu melakukan apel siaga di depan Mapolres Pelalawan. Usai apel, puluhan motor trail yang dikendarai anggota langsung bergerak.
Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP Aprizal langsung memimpin Pendistribusian memakai trail. Satu motor membawa dua buah kotak suara, yang berisi semua logistik Pilpres.
Di jalur darat, karena medan jalan terjal dan sempit, tak jarang petugas terjatuh dan terperosok ke lumpur. Sedangkan di jalur sungai, polisi harus waspada menjaga kotak dan surat suara agar tidak basah kena air. Beberapa sampan dikerahkan dari Mapolres menuju Kecamatan Kuala Kampar.
Tiba dilokasi, di Kuala Kampar, tim pendistribusian tak langsung pulang karena ereka harus mengamankan hari pencoblosan. Lalu membawa kembali surat yang sudah dicoblos ke kantor KPU Pelalawan dengan resiko yang sama.
Pendistribusian logistik dengan motor trail dan perahu atau sampan, menurut Kapolres Pelalawan Aloysius Supriyadi, Senin (07/07/2014), dikarenakan lokasi TPS sulit terjangkau.
"Jadi, pada hari Selasa (08/07/2014), semua logistik sudah harus sampai di semua desa dan TPS. Untuk lokasi yang terpencil, pengangkatan menggunakan motor Trail. Sedangkan daerah kepulauan, menggunakan sampan. Keduanya dikawal ketat polisi," ujar Aloysius Supriyadi diruangannya.
Alasan Kapolres, sepeda motor trail lebih efektif dari pada menggunakan mobil. Jalanan perbukitan, sempit dan dikelilingi kebun sawit, lebih mudah ditempuh sepeda motor Trail dan mengurangi resiko.
"Ada beberapa kabupaten memakai motor Trail. Misalnya beberapa desa di Kecamatan Pangkalan Kuras. Jalannya berbukit, masih tanah, sempit dan banyak tanjakan. Ini tidak bisa memakai mobil," kata Aloysius.
Dengan memakai motor trail, anggota kepolisian dapat menempuh perjalanan selama 7 jam, supaya sampai ke pedesaan. "Untuk memakai sampan ke Kecamatan Kuala Kampar, ditempuh 9 jam," terang Kapolres. [pan]

