Harga Karet Anjlok, Bupati Achmad Minta Warganya Cari Alternatif Lain

Harga Karet Anjlok, Bupati Achmad Minta Warganya Cari Alternatif Lain

komoditas karet/net

Beritariau.com, Pasir Pangaraian – Harga komoditas karet di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merosot tajam, sehingga tak mampu mengimbangi tingginya kebutuhan hidup para petani. Menyikapi kondisi ini, Bupati Rokan Hulu (Rohul), Achmad menyarankan agar warganya mencari alternatif sumber pemasukan yang lain.

Alternatif itu antara lain dengan bercocok tanam sayur-mayur maupun tanaman palawija. Alternatif ini perlu dipertimbangkan karena bercocok tanam dinilai lebih efektif untuk mengatasi krisis ekonomi di masyarakat.

“Tanaman sayur-mayur saat ini merupakan obat yang paling manjur untuk mengatasi krisis ekonomi.
Pasalnya hingga saat ini, pemerintah sendiri juga masih kewalahan menghadapi anjloknya harga karet," ungkap bupati di lokasi pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio, Selasa (08/03) kemarin di taman kota.

Saran itu diungkapkannya mengingat kondisi anjloknya harga karet yang terus terjadi di Rohul. Bahkan pemerintah daerah Rohul pun mengaku kewalahan menghadapi anjloknya komoditas adalan tersebut.

“Saya sbagai Bupati Rohul sudah banyak terima laporan baik secara langsung maupun melalui pesan singkat. Masyarakat menyampaikan keluhan terhadap hancurnya harhga komudity karet saat ini," terang Achmad.

Berdasarkan laporan dari warga, saat ini harga karet hanya mencapai Rp 4 ribu per kilogrammnya. Jika dibandingkan dengan harga beras, per kilogramnya mencapai Rp 12.000 sampai Rp 13.000. [cp]