Rohani Sibarani warga Rumbai Pesisir tewas bersimbah darah di kamar

ilustrasi/net
Beritariau.com, Pekanbaru - Seorang ibu rumah tangga bernama Rohani Sibarani (46), ditemukan tewas bersimbah darah dalam rumahnya di Jalan Raja Panjang, Desa Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Wanita yang kesehariannya bekerja sebagai buruh di kebun sawit PT Rosna itu, ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya, Kamis (18/02/16) malam, sekitar pukul 20.00 wib.
Saat ditemukan, kondisinya terlentang di atas tempat tidur dengan sejumlah luka dibagian kepalanya. Kuat dugaan, Rohani menjadi korban pembunuhan, karena sat ditemukan wajahnya ditutupi dengan bantal. Saat ditemukan, korban berada sendirian di rumahnya dan dengan kondisi listrik tidak dalam keadaan menyala.
"Korban merupakan janda dan tinggal bersama anaknya," sebut Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir AKP Sihol Sitinjak, Jumat (19/02/16) siang.
Dikatakannya, korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya M Rusli (36) yang juga karyawan PT Rosna. Saat itu saksi curiga melihat keadaan rumah korban galap gulita, lalu ia mendatangi rumah korban dan melihat pintu samping dalam keadaamn terbuka.
Oleh M Rusli, kemudian menghubungi anak korban bernama Ardi Sibarani (23) untuk menyuruhnya pulang kerumah. Anak korban bersama istrinya datang kerumah lalu mengabari Siagian saudaranya agar datang kerumah.
Selanjutnya berempat orang itu masuk kedalam rumah dan menghidupkan lampu ruangan tengah.
"Sewaktu anak korban akan menghidupkan lampu kamar, saksi melihat ibunya terlentang diatas kasur dan wajah ditutupi bantal tidur dan bantal guling serta banyak darah di atas kasur," ungkap Sihol.
Kaget, lanjut Sihol, Ardi lalu memberitahukan saksi lainnya dan kemudian memanggil warga lainnya dilanjutkan dengan menghubungi petugas Kepolisian Sektor Rumbai Pesisir.
Beberapa saat kemudian, petugas dari Polsek Rumbai Pesisir dibantu Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru datang kelokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
"Korban diduga meninggal dunia akibat dibunuh. Dugaan ini, didasari adanya luka di bagian kepala. "Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit," tutup Sihol Sitinjak. [red]

