Lagi asyik bermain, Bocah 7 tahun di Pekanbaru dicabuli Pria tak dikenal

ilustrasi/net
Beritariau.com, Pekanbaru - M (40 tahun), Ibu Rumah Tangga warga Kecamatan Tampan, curiga dengan isak tangis putranya, Doel (nama samaran, red) saat disuruh menunaikan sholat mahgrib, Minggu (31/01/16) sekitar pukul 19.00 Wib. Doel pun mengaku bahwa alat kelaminnya terasa sakit.
Setelah ditanyai, akhirnya, bocah berusia 7 tahun itu pun bercerita. Pada Minggu sore itu, Ia dan temannya, Dodi (nama samaran, red), bermain di di Jalan Melati tepat dipekarangan halaman belakang Sekolah SMK Telkom Panam. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal datang dan langsung menarik tangannya. Sedangkan Dodi, langsung kabur pulang kerumahnya.
Pria itu membawanya kebelakang sekolah. Disanalah Ia dipaksa untuk memegang alat kelamin Pria itu. Kemudian, pria itu membuka celana Doel, lalu memegang dan meremas alat kelamin Doel. Tak hanya itu, pria itu juga memasukkan jarinya ke dubur Doel.
Akibatnya, alat kelamin dan dubur Doel terasa sakit.
Puas melampiaskan nafsu bejatnya, pria itu sambil mengancam agar memberitahukannya kepada orang lain. Mendengar pengakuan putranya, Sang Ibu kaget. Ia pun mengecek dan mendapati kondisi kemaluan sang anak.
Tak menunggu lama, Ia ditemani suaminya langsung melaporkan kejadian yang dialami anaknya ke Sentra Pelayan Kepolisian terpadu (SPKT) dengan harapan polisi dapat menangkap pelakunya dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
"Benar laporannya telah kita terima, korban juga sudah divisum. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut," kata Wakapolresta Pekanbaru AKBP Sugeng Putut Wicaksono Sik.
Saat ini, kata Putut, kasus itu ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pekanbaru.
"Kita juga menghimbau kepada orang tua untuk lebih berperan mengawasi anaknya saat bermain diluar rumah agar terhindar dari para pelaku kejahatan," himbaunya. [red]

