Tas Ransel Boy Ternyata Berisi Baju dan Alat Tulis
Brimob Polda Riau Sergap Terduga Teroris di Flyover Pekanbaru

Boy Hutagalung diperiksa karena diduga membawa bom dalam ranselnya di Flayover Pekanbaru, Jumat (15/1)
Beritariau.com, Pekanbaru - Sehari pasca insiden bom Sarinah di Jakarta, Pekanbaru juga digegerkan dengan penangkapan seorang pria asal Sumatera Utara (Sumut) yang diduga membawa bom di flayover Pekanbaru.
Pria yang diketahui bernama Boy Hutagalung (28) ini pun harus berurusan dengan tim Penjinak Bom dari Brimob Polda Riau Jumat (15/1) sekitar pukul 10.00 wib.
"Dia (Boy) langsung diamankan petugas dari Brimob, karena gerak geriknya mencurigakan sejak pagi tadi," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik MM.
Pria bertubuh kurus ini ditemukan sedang tidur di bawah Flyover Sudirman Pekanbaru. Saat bangun, ia kaget melihat Tim Jibom, Gegana dan puluhan Brimob Polda Riau bersenjata lengkap sudah berada di sekelilingnya.
Tas ransel milik Boy yang awalnya dikhawatirkan berisi bom, diamankan Jibom dan Gegana. Sedangkan Boy dikawal ketat saat digelandang ke Mapolresta Pekanbaru.
Setelah diperiksa, ternyata tidak ada ditemukan bom dalam tas ransel hitam miliknya.
"Isi tas itu hanya beberapa helai pakaian, alat-alat tulis dan satu unit powerbank," kata Guntur.
Boy berada di Kota Pekanbaru sejak 14 Desember 2015 lalu. Pria pengangguran yang pernah bekerja sebagai penjaga warung internet (warnet) tersebut datang ke Pekanbaru dengan bus berniat merantau untuk mencari pekerjaan.
"Yang bersangkutan (Boy) ke Pekanbaru berniat untuk mencari kerja. Kita masih memeriksa dan memintai keterangan terhadap yang bersangkutan," ucap Guntur.
Kecurigaan polisi berawal ketika Jumat pagi sekitar pukul 06.30 WIB, Boy yang mengenakan topi, berjalan kaki melintasi depan pagar rumah dinas Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan.
Yang bikin petugas curiga, Boy menggendong tas ransel, serta menutupi mulut dan sebagian wajahnya dengan sapu tangan.
"Pria itu (Boy) melintas depan pagar rumah dinas Kapolda sambil bawa tas ransel. Karena mencurigakan, anggota Polisi lalu lintas yang berada di sekitaran rumah bapak Kapolda itu pun memanggilnya," jelas Guntur.
Melihat polisi memangilnya, Boy ketakutan dan langsung bergegas dengan memperkencang laju jalan kakinya. Dia tidak tahu mau kemana, yang ada dalam fikiran Boy saat itu menghindari polisi yang memanggilnya.
"Lalu Polantas itu melaporkan hal itu ke Brimob yang berjaga. Anggota brimob itu pun langsung mencari, dan berhasil menemukan Boy tidur dibawah Flyover Sudirman," kata Guntur.
Selanjutnya, Brimob Polda Riau pun mengamankan pria tersebut ke Mapolresta Pekanbaru, sedangkan Tim Jibom dan Gegana mengevakuasi tas ransel hitam milik Boy dengan sangat hati-hati karena khawatir meledak.
"Yang bersangkutan (Boy) saat ini masih di Mapolresta Pekanbaru, guna dimintai keterangannya. Jika tidak ditemukan indikasi perbuatan yang melanggar hukum, dia akan dilepaskan," pungkas Guntur.
Petugas Gegana sudah melakukan penyisiran disepanjang Fly Over Jalan Jenderal Sudirman. Lokasi ini juga sudah disterilkan dan pengguna jalan yang sebelumnya dihentikan sudah bisa melintas. Namun terlihat sejumlah petugas masih hilir mudik berpatroli di jantung kota Pekanbaru itu. [pan]

