Urus KTP Hilang, Budi Diminta Ratusan Ribu Rupiah

Urus KTP Hilang, Budi Diminta Ratusan Ribu Rupiah

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Apes betul nasib Budi (36), warga Sukajadi Pekanbaru ini. Karena ingin mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang hilang kena jambret, ia harus membayar ratusan ribu rupiah oleh oknum kelurahan dan kecamatan.

Kepada media, Budi bercerita bahwa pada Selasa (10/12) lalu, istrinya dijambret dan kehilangan surat-surat penting, termasuk KTP sang istri.

Ia kemudian melapor ke Polsek Sukajadi untuk mengurus surat kehilangan. Lalu ia pun mengurus ke Kecamatan Sukajadi di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru.

Dengan membawa berkas-berkas yang diperlukan, Budi dilayani petugas kecamatan berinisial IL. Di situlah ia merasa terkejut karena oknum petugas meminta uang Rp 150 ribu. Karena tak membawa uang sebanyak itu, Budi pun mengurungkan niatnya untuk pengurusan KTP istrinya.

"Untuk persyaratan yang diminta sudah dipenuhi. Seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK) dan surat keterangan kepolisian. Namun oknum tersebut meminta biaya yang cukup besar. Mana ada uang saya segitu, kalau Rp 50 ribu tak masalah," sebut Budi kepada wartawan, Rabu (16/12) di Pekanbaru.

Bukan hanya di kantor camat saja, di kantor kelurahan Kedung Sari juga sempat mengalami hal serupa. Budi juga dimintai sebesar Rp 100 ribu.

Kesal dimintai uang terus, Budi langsung menelpon ke wartawan. Karena pembicaraannya didengar oleh petugas kelurahan, akhirnya petugas tersebut menawarkan terserah bapak saja untuk administrasi nya.

Mendengar keluhan Budi, media coba menghubungi Camat Sukajadi, Yuliarso tentang pungli di kantornya.

"Terima kasih infonya akan saya tindaklanjuti dan tolong datanya disampaikan kepada kami dengan valid dan akurat sebagai bahan kami periksa," ujar Yuliarso melalui pesan singkatnya.

Sedangkan kelurahan Kedung Sari, Junaidi saat dihubungi melalui telepon dan pesan singkat, hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban sama sekali. [*]