Wartawan Pekanbaru Gelar Aksi Solidaritas
Beda dengan Kapolri, walau Minta maaf, Kapolda Riau tak nyatakan Polisi pemukul wartawan salah

Aksi Solidaritas Wartawan menggantungkan Kamera dan Pernyataan Sikap di Pagar Halaman Pintu Masuk Mapolda Riau | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Meski minta maaf atas insiden pengeroyokan yang dilakukan belasan personil kepolisian terhadap seorang Jurnalis media online di Riau saat melakukan tugas peliputan Kongres HMI ke 29 di Pekanbaru, namun Kapolda Riau tak menyatakan tindakan anggotanya itu sebagai bentuk kekerasan yang melanggar Hak Asasi Manusia.
Hal ini disampaikan Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan saat menerima rombongan aksi solidaritas wartawan di ruang pertemuan Mapolda Riau, Senin (07/11/15) pagi.
"Yang paling bertanggungjawab adalah saya. Saya minta maaf. Namun, kita juga harus saling mengerti dan saling menghargai. Dalam dua minggu ini, kami cukup disibukkan. Jadi saya tak mau menjustifikasi kejadian kemarin," kata Dolly menanggapi pernyataan dari beberapa perwakilan wartawan.
"Kalau ada salah, kita tindak," sambungnya mengakhiri dialog.
Pernyataan Kapolda berbeda dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang mengaku cukup kecewa dengan insiden pemukulan Zuhdy Febriyanto.
"Itukan sudah salah, main pukul, pasti diproses hukumlah," kata Badrodin Haiti seperti dilansir Jawapos.com, Senin siang.
Sebelum diruangan, puluhan wartawan berorasi dalam aksi solidaritas di depan pagar Mapolda Riau.
"Kami minta anggota itu ditindak tegas. Termasuk komandannya. Copot Kapolresta Pekanbaru jika tidak mengambil tindakan tegas," teriak Koordinator Aksi, Rian Anggoro dalam orasinya.
Setelah berdialog dengan Kabid Humas AKBP Guntur Aryo Tejo, seluruh rombongan akhirnya dibawa masuk ke ruang pertemuan. Disitu, sejumlah perwakilan organisasi wartawan menyampaikan keluhan.
Diantaranya dari : Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) dan Solidaritas Wartawan untuk Transparansi (Sowat).
Terkait insiden ini, Koordinator Sowat Syahnan Rangkuti minta Kapolda mengusulkan Kepolisian agar memuat materi Tugas Jurnalistik saat pendidikan anggota baru. Tujuannya, agar anggota Polisi yang baru bertugas tidak melihat wartawan sebagai musuh melainkan sebagai mitra.
Sementara, Ketua AJI Pekanbaru, Fahrurozi, yang juga sebagai Pimpinan Redaksi dari media tempat Zuhdy menulis meminta Kapolda menjamin tak akan mengintervensi kasus yang akan dilaporkan ke Ditreskrimum dan Div Propam Polda Riau.
"Kami minta jaminan tak ada intervensi nantinya. Kasus ini harus ada titik terang agar tidak semena-mena terhadap pers," tegas Fahrurozi. [red]

