Banyak Sampah Menggunung, Darnil : Pemenang Tender Tak Profesional!

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Persoalan sampah di Pekanbaru seakan tidak ada habisnya. Penumpukan sampah masih terjadi di beberapa sudut kota, karena lama tidak diangkat oleh truk pengangkut sampah.
Dari pantauan, Selasa (2/12) terlihat tumpukan sampah yang berada di Jalan Hassanudin Kelurahan Rintis Kecamatan Limapuluh. Bahkan sampah itu menjorok hingga ke bibir jalan karena TPS tidak bisa menampung. Tak ayal, aroma tak sedap tercium kala pengendara melintasi jalan tersebut.
Beni (29), warga setempat mengungkapkan, hampir setiap hari dirinya melihat pemandangan sampah tersebut. Dia heran, mengapa petugas kebersihan sangat lamban mengangkut sampah tersebut.
“Setiap hari seperti inilah, sampah dibiarkan numpuk, jarang kami temui petugas angkut, biasanya dulu ada tapi sekarang entah kenapa akhir-akhir ini tidak diangkut lagi,” ucap PNS tersebut.
Persoalan ini langsung mendapat sorotan tajam dari kalangan anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Hanura, H Darnil. Dia pun mempertanyakan kerja sama dan progres Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru dengan pihak ketiga, yakni PT Multi Inti Guna (MIG).
“Sampai sejauh mana progres dari pihak ketiga dalam mengelola sampah, harusnya ini (sampah) menjadi tanggung jawab mereka sebagai pihak pemenang tender,” kata Darnil.
Bila sampah memang dikelola dengan baik, harusnya tumpukan tersebut tidak terjadi. Diapun mengaku heran kepada Pemko Pekanbaru, mengapa pihak ketiga yang diberikan kepercayaan dalam pengelola sampah lepas dari tanggungjawab.
“Kalau kinerjanya seperti ini, tentu kita mempertanyakan. Seolah-olah pemenang tender (PT MIG) semacam dipaksa saja, jelas ini tidak profesional, ini ada apa,” ungkapnya heran.
Pihak ketiga sebagai pihak pemenang tender, seharusnya sistem dan pembenahan sudah dipersiapkan terutama proges dalam menentukan titik-titik yang harus diangkut. Serta penetapan jadwal juga harus terukur, hingga sampai pada proses di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Yang kita lihat sekarang justru aneh. Kenyataan yang kita lihat tidak seperti yang diharapkan, kita meminta Pemko Pekanbaru melalui DKP untuk melakukan evaluasi lagi terhadap kinerja pihak ketiga (PT MIG) yang dinilai lamban dan terkesan banyak tidak tahu tentang sistem pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru,” tutupnya. [*]

