Teganya, Bukannya Dibantu, Alat Pemadam Karhutla di Inhu Justru Dicolong Maling

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Para petugas Satuan Tugas Darat Pemadam Kebakaran Hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus berjibaku memadamkan api. Di tengah kesibukan itu, rupanya ada saja ulah orang yang tega mencari kesempatan dalam kesempitan.
Orang yang belum diketahui identitasnya ini bukannya membantu para petugas. Tetapi justru mencuri alat pemadam titik api di Kabupaten Inhu.
"Akibat kejadian ini, petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan di Riau merugi puluhan juta rupiah," ungkap Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo SIK, Selasa (03/11).
Namun kerugiannya tak bisa diukur secara materi saja, tetapi juga kerugian karena petugas tak bisa optimal dalam bekerja. Petugas dibuat kesulitan memadamkan titik api di daerah tersebut karena kekurangan alat pemadaman.
"Selama ini, alat pemadam di lokasi kebakaran tidak pernah cukup, ditambah lagi sumber air dan medan yang sulit. Dengan dicurinya alat ini, kekuatan otomatis berkurang dalam memadamkan api," kata Guntur.
Guntur memaparkan, pencurian ini sebenarnya terjadi pada akhir September 2015 lalu. Kala itu, petugas baru selesai memadamkan titik api di Kecamatan Rengat Barat, Kebupaten Indragiri Hulu.
Karena titik api sudah berkurang, kemudian petugas bernama Sambodo menitipkan alat pemadam merk Honda milik Dinas Kehutanan itu ke rumah warga bernama Jailani di Desa Talang Jerinjing, kecamatan tersebut.
Keesokan harinya, Sambodo menjemput alat pemadam itu karena kebakaran yang sudah dipadamkan menyala lagi. Saat itu, pemilik rumah bernama Jailani menyebut alat tadi sudah tidak ada.
Sambodo kemudian melaporkan kejadian ini ke RT setempat dan petugas lainnya. Sekian lama mencari, alat tadi tak kunjung ditemukan hingga sekarang.
Selanjutnya, Sambodo melapor ke polsek setempat. Sayangnya, sejak laporan dibuat hingga sekarang, alat pemadam dan pelakunya tak kunjung ditemukan. [pan]

