Tak Masalah Gas Naik, Asalkan Lancar
Disperindag Bakal Aktifkan Kartu Kendali

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Kelangkaan gas elpiji 3 kg masih saja terjadi di beberapa wilayah di Pekanbaru. Di tingkat pengecer, harganya jadi melabung tinggi hingga Rp 35 ribu per tabung. Padahal harga resmi di pangkalan hanya Rp 18 ribu saja.
Kepala Disperindag Pekanbaru Azwan pekan lalu menyebutkan, ke depan Disperindag berencana akan mengaktifkan kartu kendali untuk menekan kelangkaan gas subsidi yang beredar ditengah masyarakat.
“Dengan kartu kendali nanti, kita harapkan agar penerima gas subisi tepat sasaran. Kita akan terus berupaya berbuat yang terbaik untuk masyarakat,” tutupnya.
Selain masalah kelangkaan, masyarakat juga diharapkan pada masalah kenaikan harga elpiji tiga kilogram sebesar Rp 2.000. Atau dari Rp 16 ribu menjadi Rp 18 ribu.
Keputusan ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Diantaranya Sari, warga yang tinggal di Jalan Setia Budi Kecamatan Lima Puluh, Ahad (1/11).
“Sebenarnya, naikpun harga elpiji 3 kilo ini tak masalah, asalkan pasokan lancar. Bayangkan saja, saya pernah membeli 1 tabungnya Rp35 ribu. Bagaimana lagi, kita sehari-hari di dapur perlu dengan gas subsidi, yang penting bagaimana bisa masak, lagian naiknya tidak terlalu tinggi sekarang,” kata Sari.
Senada juga disampaikan oleh Amnah. Warga yang tinggal di Jalan Hang Jebat Kecamatan Sail itu mengaku tak mempermasalahkan kenaikan harga elpiji. Namun dia menyarankan kepada Pemko Pekanbaru, agar pendistribusian elpiji 3 Kg itu tepat sasaran, harusnya di setiap kecamatan disediakan 1 Kecamatan 1 Pangkalan, sehingga masyarakat tidak terlalu sulit untuk mencari gas.
“Kalau ada pangkalan di setiap kecamatan, kami tak perlu pusing-pusing pergi jauh-jauh cari gas. Kalau pangkalan jauh, berat di operasional kendaraan kami, ujung-ujungnya nyari gas tapi nanti tak ketemu juga, itu saja permintaan kami,” pinta Ibu 2 anak yang bekerja sebagai PNS di Pemprov Riau tersebut. [pan]

