TPSP Pasar Lima Puluh Tak Layak, Komisi II Segera Panggil Kadispas

TPSP Pasar Lima Puluh Tak Layak, Komisi II Segera Panggil Kadispas

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Komisi II DPRD akan memanggil Dinas Pasar (Dispas) Pekanbaru terkait keluhan para pedagang Pasar Lima Puluh soal Tempat Penampungan Sementara Pedagang (TPSP) yang tidak layak.

“Karena persolan TPS di pasar Lima Puluh belum menemui titik terang, maka untuk tindaklanjut keluhan pedagang, kita dari Komisi II akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Dispas untuk mempertanyakan kajian TPS yang dibangun itu,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fatullah, Jum'at (9/10).

Pedagang mengaku bahwa TPSP yang ada di Pasar Lima Puluh tidak layak dan tidak representatif. Mereka menilai kondisinya mirip WC umum karena hanya berukuran 2X1,8 meter.

Selain itu, TPSP juga tidak memiliki lantai dasar. Harusnya, dari dasar lantai dibuat ketinggian 20 cm. Bila tidak dibuat, TPSP yang mereka tempati akan digenangi oleh air, bila hujan turun.

Menanggapi rencana pemanggilan oleh dewan, Kepala Dispas (Kadiapas) Kota Pekanbaru, Mahyuddin mengaku tidak takut dan siap menjelaskan pembangunan TPSP tersebut. Baik dari sistem perencanaan maupun kajiannya.

“Kalau kita dipanggil oleh komisi II DPRD, kita (Dispas) siap dipanggil,” singkatnya lagi.

Sebelumnya, ia juga mengaku TPSP di Pasar Limapuluh tidak ada persoalan ataupun masalah yang berarti. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan perwakilan pedagang dan menjelaskan persoalan TPSP yang dinilai tidak representatif tersebut.

Dia memaparkan bahwa Anggaran untuk pembangunan 103 TPSP tersebut dikucurkan lewat APBD-P tahun 2015 sebesar Rp189 juta yang dikerjakan oleh salah satu rekanan pemenang tender.

Namun lagi-lagi, pernyataan Mahyuddin dapat bantahan dari pedagang. Ineng, salah satu pedagang menyebut bahwa pertemuan dengan dispas beberapa waktu lalu hanya meminta Kepala Dispas untuk bersama- sama turun ke lapangan melihat kondisi lapak TPSP yang sedang dibangun saat ini.

“Kepala Dispas bohong. Persoalan ini (pembangunan TPSP) belum selesai. Kemarin kami hanya ingin mengajak Kadis saja turun. Jadi belum masuk pada pokok persoalan keluhan dan permintaan kami, kami tidak setuju dibangun TPS kayak kadang ayam ini,” cetusnya. [bam]