Polda Riau bekuk "perampok" 1,5 Milyar Bank Mandiri Siak, Satpam

Polda Riau bekuk "perampok" 1,5 Milyar Bank Mandiri Siak, Satpam

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Riau berhasil membekuk dua pembobol uang sebesar Rp1,5 miliar dari brankas di Bank Mandiri Mitra Usaha (MMU), Desa Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. Aksi para pelaku ini dengan modus pura pura dirampok.

‬

Direktur Ditreskrimum Polda Riau, Kombes (Pol) Rivai Sinambela didampingi Kabid Humas AKBP Guntur Aryo Tejo SIK MM, Kamis (08/10/15) sore, menyatakan awalnya kasus itu diduga merupakan perampokan. Namun ketika diselidiki, ternyata kasus tersebut adalah tindakan pencurian yang direkayasa seolah olah kejadian itu sebuah perampokan.

"Tindakan itu diduga dirancang dalam waktu sebulan, antara tersangka Sugianto (34) yang merupakan sekuriti Bank MMU dengan tersangka Johandi (25), seolah olah pelaku perompakan dengan menggunakan senjata ‘airsoft gun'," kata Sinambela.

‬‪Rivai mengungkapkan, Sugianto ditangkap di Desa Palas, Kecamatan Rumbai, Kamis pagi sekira pukul  05.00 WIB. Ketika ditangkap, Sugianto mencoba melawan petugas, sehingga dilumpuhkan dengan timah panas.

‬

Dari tangan Johandi, polisi menyita uang hasil pencurian modus diolah olah perampokan sebesar Rp34 juta.  Sementara tersangka Jh ditangkap di Kabupaten Siak. Dari tangan tersangka Sugianto polisi menyita uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp1,25 miliar.

"Sisanya dalam pengembangan, termasuk adanya kemungkinan tersangka baru," ujarnya.

Seperti diberitakan, peristiwa pencurian yang dilaporkan seolah olah telah terjadi perampokan. Pengakuan Sugianto waktu itu, dia ditodongkan senjata api (senpi) oleh 3 perampok, Selasa (29/09/15) lalu, sekira pukul 12.20 WIB.

‬Aksi itu terjadi saat Bank MMU sedang sepi karena pengawainya sedang istirahat makan siang. Sementara, di dalam ruangan hanya ada seorang sekuriti bernama Sugianto (tersangka).

‬Hanya hitungan detik, datang lagi seorang pria bertubuh gempal langsung menodongkan senjata api (senpi) menyerupai senjata "airsoft gun".

Pria yang pertama masuk langsung memegang korban, sementara seorang lagi memukul korban sebanyak 4 kali. Di bawah ancaman akan ditembak, tangan Sekuriti itu diikat dengan nilon plastik, mata dan mulutnya dilakban.

‬

Perampok abal-abal ini, lalu mengambil kunci terali dan brankas uang yang berada di meja teller bank, persisnya di depan komputer. Karena brankas memakai kode, akhirnya para pelaku membongkar secara paksa. Brankas berhasil dibobol, dan uang Rp1,5 miliar lalu dibawa kabur.

Sebelum kabur, para perampok terlebih dahulu merusak kabel CCTV di dalam bank dan melarikan komputernya.

Sementara saksi korban ditinggalkan dalam keadaan terikat. Menurut sejumlah saksi mata, para pelaku kabur dengan menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam dengan uang hasil pencurian sebesar Rp1,5 miliar.

Dari pengembangan Unit Polda Riau, yang berhasil meringkus komplotan rampok yang berhasil menggondol uang ini, ternyata aksi itu sudah direncanakan sejak 1 bulan lalu.

Hingga kini, kepolisian masih mengembangkan hasil pengungkapan ini untuk mencari jaringan kerja para pelaku. [Pan]