Ratusan Mahasiswa UR Bikin Monumen Asap di Halaman Polda Riau

Ratusan Mahasiswa UR Bikin Monumen Asap di Halaman Polda Riau

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Sekitar 200 an mahasiswa Universitas Riau membangun Monumen asap di Halaman luar Mapolda Riau, Senin (21/9). Dalam aksinya, mereka meneriakkan seruan Riau bebas dari asap untuk masa yang akan datang.

Pantauan di lapangan, massa yang mengenakan baju almamater berwarna biru langit meminta kepada Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan untuk keluar dari kantornya, untuk menandatangani Monumen asap itu. Permintaan itu disambut oleh Karo Ops Polda Riau Kombes Eko‎ Setio BS.

"Bapak Kapolda‎ Riau sedang tidak di tempat. Beliau tadi ke luar," ujar Kombes Eko kepada para mahasiswa.

Dengan pengawasan puluhan polisi, para mahasiswa yang sengaja membawa semen saat berunjuk rasa langsung mengecor semen dan membuat monumen asap dengan menempelkan prasasti.

"Kami tunggu pak Kapolda Riau (Brigjend Pol Dolly Bambang Hermawan) untuk menandatangani tugu asap ini," Andres Fransiska, Presiden Mahasiswa Universitas Riau.

‎Setelah setengah jam mengaduk-aduk semen dicampur pasir yang kebetulan tersedia di Mapolda Riau, para mahasiswa berhasil membangun monumen asap dengan tinggi sekitar 30 centimeter.

Setelah dibangun, mahasiswa kembali berorasi meminta agar Kapolda Riau menandatangani monumen asap tersebut. Namun, polisi tak dapat menyanggupi permintaan mahasiswa.

Dalam pernyataan sikap mahasiswa, mereka menuntut agar pemerintah menindak tegas perusahaan pembakar hutan dan lahan dengan sanksi denda, rehabilitasi hutan dan lahan serta mencabut izin operasional perusahaan sesuai fakta yang terjadi di lapangan.

Demonstran juga meminta untuk melakukan moratorium perizinan hutan dan lahan antara pemerintah dan pemangku kepentingan yang ada di daerah. Serta mendesak Polda Riau mengaudir dan revisi perizinan seluruh lahan gambut yang ada di Riau.

Pengunjuk rasa juga mendesak agar polisi mempercepat proses penegakkan hukum terhadap pelaku penyebab karhutla baik secara individu maupin korporasi, juga mendesak Polisi agar membentuk tim investigasi mafia pembakar hutan dan lahan.

Setelah menunggu lama dan Kapolda Riau tak kunjung datang memenuhi permintaan demonstran, akhirnya secara teratur mahasiswa meninggalkan halaman Mapolda Riau. [pan]