Daus dihajar saat kepergok cabuli bocah 5 tahun di Palas Rumbai

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Daus P (38 tahun) warga Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai kota Pekanbaru, dilaporkan ke polisi atas dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur inisial De (5 tahun), yang merupakan keponakannya sendiri. Kepergok, Daus pun babak belur dihajar orang tua korban saat mencabuli korban.
"Orang tua korban, inisial T (40) melapor ke polisi, bahwa anaknya De dicabuli oleh pamannya," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Bimo Arianto, Minggu (20/09/15).
Menurut Bimo, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi serta pelaku sendiri, kuat dugan, korbannya lebih dari satu orang. Namun, baru satu pelapor yang melaporkan kasus kejadiannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polresta Pekanbaru.
"Tak menutup kemungkinan nantinya, korban akan bertambah untuk mengadukan dan melaporkan kasus kejadiannya," lanjut Bimo.
Dari keterangan pelapor T, perbuatan bejat pelaku, yang tak lain paman korban sendiri diketahuinya setelah aksi cabulnya kepergok oleh orang tua korban. Karena kesal dan geram, tanpa banyak tanya orang tua yang saat itu naik pitam langsung melayangkan beberapa kali pukulan ke muka dan tubuh pelaku.
"Diduga perbuatan serupa juga dilakukan pelaku terhadap beberapa bocah lainnya yang diduga masih tetangga pelaku," jelas Bimo.
Untuk menggungkap dugaan adanya korban pencabulan lain yang dilakukan pelaku, polisi masih mendalami dan memeriksa beberapa orang saksi dan pelaku.
Dalam melancarkan aksi cabulnya, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang jajan, kemudian merayu agar mengikuti kemauan pelaku. Keponakan pelaku yang masih lugu tak dapat berbuat banyak saat dicabuli pamannya.
"Perbuatan itu dilakukan pelaku terhadap keponakannya pada Jumat (18/9) lalu. Dan itu kepergok oleh orang tua korban," terang Bimo.
Tak ayal, bogem mentah dari orang tua korban pun langsung melayang ke wajah pelaku. Dalam kondisi babak belur saat dibawa ke Mapolresta Pekanbaru, pelaku mengakui perbuatannya, dia mengelus-elus kemaluan korban dengan jari tangannya.
"Saat ini, pelaku masih kita periksa secara intensif, karena kita mendapat informasi adanya korban yang lain," pungkas Bimo. [Pan]

