Parah! Sepekan lebih warga hirup asap, Pemprov Riau lambat

Parah! Sepekan lebih warga hirup asap, Pemprov Riau lambat

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Pekatnya kabut asap di Riau akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah propinsi di Sumatera membuat jarak pandang hanya 100 meter di beberapa daerah. Warga mengeluhkan lambatnya penanganan pemerintah Provinsi Riau terhadap kebakaran tersebut.

"Sudah lebih dua pekan kami menghirup kabut asap, kok pemerintah lambat sekali, udara yang kami hirup berbahaya selama ini, apa gak kasian melihat kami," ujar Yuni, salah seorang warga kabupaten Indragiri Hulu, Minggu (13/09/15).

Saat ini, seluruh wilayah Riau yang berbatasan dengan propinsi Jambi diselimuti kabut asap, diantaranya, Kabupaten Indragiri Hilir yang paling parah, kemudian kabupaten Indragiri Hulu, Pelalawan dan kota Pekanbaru.

Di papan pengumuman Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) depan kantor Walikota Pekanbaru tertulis, status udara Riau dalam kategori berbahaya. ‎Selama lebih sepekan, warga Riau menghirup udara yang berbahaya. Seluruh proses belajar mengajar dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah atas pun diliburkan.

‎"Siswa SD sampai SMA diliburkan, kami mahasiswa juga minta diliburkan, karena asapnya masuk ke dalam ruang kelas kampus. Kemarin ada satu dosen yang meliburkan kami karena gak mau melihat kami menghirup asap," ujar Hendri, mahasiswi perguruan tinggi swasta di Pekanbaru.

‎Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sugarin, menambahkan ketebalan kabut asap di Riau terus memburuk. Minggu (13/9) pagi jarak pandang di Riau mengalami penurunan.

"Di Pekanbaru jarak pandang hanya 300 meter. Di Rengat (Indragiri Hulu) jarak pandang yang terpantau hanya 100 meter. Kondisi yang sama juga terjadi di Dumai dan Pelalawan dan Indragiri Hilir, batas jarak pandang tak lebih dari 100 meter," kata Sugarin. [Pan]