Kabut asap kian tebal, Sapma PP: Pemprov Riau memalukan, uang habis, hasilnya tak ada!

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Ketebalan kabut asap di Kota Pekanbaru kian parah. Akibatnya, jarak pandang pun sudah sangat rendah. Dari sisi kesehatan, sore tadi, papan pencatat pencemaran udara atau ISPU menyimpulkan bahwa udara di Pekanbaru masuk kategori Sangat Tidak Sehat.
Di Bandara Sultan Syarif Kasim II pun dilaporkan, sejumlah penerbangan terpaksa gagal terbang sesuai jadwal. Bahkan, tak bisa mendarat. Ribuan penumpang terlantar. Sedangkan untuk bepergian ke luar, banyak warga yang menggunakan masker terutama yang menggunakan sepeda motor.
"Tidak kuat lagi kalau begini pekat asapnya. Jarak pandang semakin tak nampak jadinya. Terpaksa pakai masker. Kalau tidak, bisa kena batuk, lalu, flu dan akhirnya badan demam. Padahal saya kan harus pergi bekerja," kata Hamdani SH, Sekretaris Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila (PP) Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Pekanbaru, Kamis (03/09/15).
Pantauan Beritariau.com, dari ketinggian terlihat asap begitu tebal dan tak banyak sisi Kota Pekanbaru yang dapat dilihat secara kasat mata. Kemampuan jarak pandang yang terbatas, berdampak pada jalur transportasi udara. Sore ini, jarak pandang dilaporkan berkisar 400 meter.
Hamdani mengaku kecewa dengan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang tidak bisa mengatasi persoalan asap ini. Kejadian ini, hampir setiap tahun berulang dan sangat memalukan Provinsi Riau ini.
“Ya bang. Saya sangat malu dengan kinerja Pemerintah Riau ini, yang hanya mengabiskan uang saja tapi tak ada perubahan mengatasi masalah," tegasnya. [wan]

