Jarak Pandang Terganggu Saat Mendarat

Gara-gara kabut asap, 2 Pesawat di Pekanbaru berputar-putar

Gara-gara kabut asap, 2 Pesawat di Pekanbaru berputar-putar

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Kabut asap pekat dari kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Pekanbaru, termasuk Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II. Akibatnya, sejumlah keberangkatan dan kedatangan ditunda sementara, bahkan ada 2 pesawat yang berputar-putar di udara untuk mendarat.

Demikian disampaikan Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru Hasnan kepada wartawan, Selasa (25/08/15). "2 pesawat yang berputar-putar itu adalah adalah Citylink dan Lion Air dari Jakarta," katanya.

Hasnan menjelaskan, Citylink mengalami keterlambatan sekitar 30 menit. Pilot terpaksa menerbangkan pesawat di udara selama 30 menit dari waktu normal.

"Setelah cuaca baik, dimana kabut asap sudah tak lagi menghalangi jarak pandang, barulah pilot berani mendarat," ungkap Hasnan.

Sementara Lion Air, sambung Hasnan, juga mengalami keterlambatan. Ada sekitar 15 menit pendaratan terlambat karena kabut asap.

"Pagi tadi, visibility atau jarak pandang hanya 500 meter karena kabut asap. Ini dibawah ambang batas penerbangan yakni 800 meter," terang Hasnan.

Hasnan menyebutkan, aktivitas penerbangan di Bandara SSK sejak kabut asap kembali menyelimuti Riau selalu mengalami gangguang. Meski begitu, bandara tetap bisa beroperasi meski ada beberapa penundaan.

Hingga hari ini, masih ada 4 titik yang terpantau di Provinsi Riau. Sementara di Pulau Sumatera secara keseluruhan 85 titik panas.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Sugarin, asap yang menyelimuti Riau berasal dari daerah lain.

"Untuk sekarang, Riau tidak mendominasi titik api. Asap yang terjadi merupakan kiriman dari daerah lain," kata Sugarin. [Pan]