Sabu senilai 10 Milyar dibuang ke parit, ribuan ekstasi diblender

Sabu senilai 10 Milyar dibuang ke parit, ribuan ekstasi diblender

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, memusnahkan sabu-sabu senilai lebih dari Rp10 miliar dengan cara dilarutkan dalam air lalu di buang ke selokan. Selain itu, sebanyak 1.050 butir pil ekstasi berbagai merek diblender.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Hermansyah Sik mengatakan, sabu senilai lebih dari Rp10 miliar itu, diamankan dari delapan tersangka, yakni Iwan Karel alias Iwan dengan 2,770 gram sabu, Fadli Afan dengan 1,873,3 gram sabu.

"Sedangkan tersangka Bambang Atmaja dengan barang bukti 23,04 gram sabu, Heriyanto alias Rian dengan 56,63 gram sabu, Adi Supriadi dengan 9,3 gram sabu, Aris Jauhari dengan 5,2 gram sabu," ujar Kombes Hermansyah, didampingi Kasubdit I AKBP Hasym, Jumat (21/08/15) di halaman kantornya.

Sementara untuk narkoba jenis daun ganja, milik tersangka Azmar dengan 33,3 gram ganja. Sedangkan narkoba jenis ekstasi, diamankan dari tersangka Hairuddin, dengan rincian 523 butir ekstasi berlogo kepiting dan 523 butir lainnya warna cream berlogo kacamata.

"Total senilai Rp10 miliar. Sebagian mereka diamankan pihak Bea Cukai pada Sabtu (06/08/15) lalu, di perairan laut Tanjung Sinaboi, Kabupaten Rohil. Tersangka Iwan Karel dan Fadli menyimpan sabu di dalam plastik minuman herbal berlambang ginseng buatan Cina," kata Hermansyah.

Atas tangkapan ini, kata Hermansyah, kepolisian akan semakin menggencarkan patroli di lapangan khususnya di wilayah berpantai, pelabuhan non resmi, dengan memaksimalkan Bhabinkamtibmas.

"Tujuannya untuk mewaspadai masuknya barang ilegal. Kita juga kerjasama dengan instansi seperti Syahbandar, Bea Cukai, Angkasa Pura dan imigrasi," jelas Hermansyah.

Hasil penyelidikan selama ini, pelaku pemasok narkoba dari luar negeri cenderung memanfaatkan jasa Tenaga Kerja Indonesia. Merek diupah untuk membawa narkoba ke Indonesia.

"Ada juga dengan paket, seolah-olah kiriman barang, ada juga dari tas, dan diselipkan dalam selah koper, modus alat refleksi dari Cina. Saat di cek, ternyata berisi narkoba," pungkas Kombes Hermansyah. [Pan]