Simulasi Pengamanan Pilkada, Pores Rohul Kerahkan Dua Pleton Pasukan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pasirpangaraian - Dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) Rohul diwarnai aksi anarkis dari massa salah satu pasangan yang kalah. Massa yang marah, berbondong-bondong mengeroyok kantor KPU Rohul.
Kemarahan mereka muncul setelah hasil keputusan pemenang pemilukada diumumkan KPU. Puluhan massa melakukan aksi demonstrasi yang berujuk anarkis dan akan membakar kantor KPU.
Awalnya, pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) awal mencoba menghalang namun gagal karena massa semakin banyak. Dalmas lanjutan mundur, sehingga mobil water canon milik Polres Rohul melepaskan tembakan air untuk memecah massa.
Tapi massa semakin beringas hingga pasukan anti anarkis menggunakan motor trail maju dan melepaskan tembakan ke udara. Karena massa tak mau mundur, petugas terpaksa melepaskan peluru karet ke arah massa dan seorang pendemo sebagai provokator diamankan petugas.
Drama tersebut merupakan simulasi pengamanan sistem pengamanan pilkada serentak 2015 yang dilakukan Polres Rohul pada Selasa (18/8/2015) pagi. Gladi simulasi ini diperagakan langsung oleh personil polres rohul.
Kapolres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono mengatakam Gladi Simulasi ini dalam rangka latihan Sispam Kota untuk mengatasi kemungkinan buruk yang terjadi. Simulasi ini hanya sebagiannya saja, dan fakta di lapangan bisa lebih anarkis.
"Namun kita harapkan tidak terjadi seperti apa yang di simulasikan hari ini, sewaktu dikeluarkannya hasil keputusan pilkada nanti," harapnya.
Ia juga menambahkan, untuk pengamanan Pilkada serentak tahun ini 2015 Polres Rohul siagakan dua pleton pasukan Dalmas dan dibantu 60 personel Brimob Polda Riau. Personil brimob akan disiagakan di Mapolres Rohul, mereka akan diturunkan ke lokasi kerusuhan," jelasnya. [cp]

