Wah! Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen

Wah! Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Kampar - Kekeringan yang melanda Kabupaten Kampar kian meluas. Puluhan hektar sawah di Kecamatan Bangkinang, dipastikan gagal panen akibat kekeringan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

Kendati tanaman padi telah tumbuh, namun bulir-bulirnya tidak berisi beras.

Kecamatan Bangkinang hanyalah contoh dari kekeringan yang kini melanda Kabupaten Kampar. Secara keseluruhan sawah yang gagal panen, diperkirakan mencapai ratusan hektar.

Kekeringan juga membuat warga sulit memperoleh air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil dari air sungai yang letaknya jauh dari perkampungan.

Kekeringan ini mulai terjadi sejak 2 bulan lalu dan kini kekeringan semakin parah.

Bakhtiar (52) petani padi sawah ketika ditemui menyebutkan musim kemarau yang terjadi kali ini merupakan yang terburuk selama dua puluh tahun dia menjadi petani.

"Ini sungguh buruk. Selama musim kemarau pada waktu dulu tidak pernah membuat sawah ini menjadi retak bahkan sampai kerontang seperti ini. Namun kali ini benar-benar sangat ekstrim dan berlangsung cukup lama," sebut petani sawah asal kelurahan Pasir Sialang Kecamatan Bangkinang ini, Kamis (30/07/15).

Disebutkannya, padi di areal sawahnya sudah berusial lima bulan dan telah memasuki masa panen. Namun melihat kondisi buah dia pesimis hasil panennya bisa maksimal.

"Lihat saja padinya tidak berisi. Bahkan ada yang tidak berbuah," uajrnya.

Terpantau, kekeringan juga terjadi di Desa Uwai, Muarauwai, Pulau, Binuang dan sebagian desa lainnya di Kabupaten Kampar. [rif]