Jadi Tersangka Korupsi, Popularitas Herliyan Anjlok Drastis

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau,com, Bengkalis - Pasca ditetapkannya Bupati Bengkalis Herliyan Saleh sebagai tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi dana Bantuan Sosial (bansos) oleh Mabes Polri, kepercayaan masyarakat akan kepemimpinannya makin runtuh.
Partai politik pun bisa saja berfikir dua kali untuk mendukung meski Bupati Bengkalis sebagai balon bupati di pillada mendatang. Padahal sebelumnya Herliyan terbilang kandidat kuat balon Bupati Bengkalis.
Pendapat ini dilontarkan aktifis muda Bengkalis, Alfi Sahri. Ia juga menilai bahwa peta politik Bengkalis saat ini, mulai berubah drastis, pasca Herliyan menyandang status tersangka. Menurutnya, meski hukum Indonesia menganut azas praduga tidak bersalah, tapi kepercayaan masyarakat mulai runtuh.
"Dengan menyandang status tersangka, saya menilai mayoritas masyarakat mulai luntur memilih Herliyan sebagai Bupati lagi, sebab proses hukumnya akan terus berjalan, walaupun Herliyan mengajukan gugatan pra peradilan dan akhirnya menang, "ujar Penggiat Organisasi Serikat Tani Riau (STR) Kec. Pinggir ini, Minggu (12/7/15 ).
Ia juga berharap, dalam pemilihan Bupati mendatang dapat muncul figur seseorang yang betul-betul punya niat bersih untuk membangun Kabupaten Bengkalis. Bukan sosok pemimpin yang hanya untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Tak berbeda jauh, pemerhati politik dan pembangunan Bengkalis, Wan Sabri mengutarakan status tersangka yang membelit Bupati Bengkalis, otomatis popularitas Herliyan yang tengah berada di puncak anjlok secara drastis. Sebab informasi ditetapkannya tersangka sejak Jum'at pagi kemarin, sudah menyebarluas ditengah tengah masyarakat.
"Dengan penetapan Herliyan sebagai tersangka, peta politik di Kabupaten Bengkalis jelas berubah, dukungan pada Herliyan jelas merosot dibanding sebelumnya, dan masyarakat tidak akan mau memilih seseorang yang sedang bermasalah dengan hukum untuk menjadi pemimpin mereka lima tahun kedepan,"ungkapnya.
Di sinilah peran penting parpol untuk mengusung calon Bupati periode kedepan. Sebab itu dia berharap, mudah-mudahan petinggi Parpol bersikap arif dan bijaksana, untuk mengusung calon yang tidak merusak citra Parpol, bahkan kepercayaan dari masyarakat. [am]

