Jelang Lebaran, Polisi di Riau awasi penukaran uang di jalanan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Menjelang hari raya Idul Fitri 1436 H, warga mulai menukarkan uang untuk pembagian Tunjangan Hari Raya kepada sanak saudaranya. Namun, dibalik bisnis penukaran uang di jalanan atau non bank, polisi mewaspadai peredaran uang palsu terhadapnya.
"Kita sudah sebar sejumlah personil ke beberapa titik penukaran uang di jalanan, guna mengantisipasi peredaran uang palsu jelang lebaran Idul Fitri," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Selasa (07/07/15) di ruangannya.
Dikatakan Guntur, pemantauan peredaran uang palsu tersebut dilakukan dari jajaran Intelijen. Guntur menyarankan kepada masyarakat, agar lebih memilih Bank sebagai tempat penukaran uang.
"Kita hanya sarankan, sebaiknya menukar uang di Bank, agar terjamin keaslian uangnya," kata Guntur.
Meski demikian, kata dia, bukan berarti penukaran uang dijalanan atau selain Bank itu palsu. "Hanya antisipasi saja, jika kita temukan adanya peredaran uang palsu, kita tindak sesuai proses hukum yang berlaku," jelas Guntur.
Jika ada masyarakat menemukan adanya peredaran Upal, Guntur mengatakan agar segera melaporkannya ke polisi. "Segera laporkan ke pihak kepolisian agar penindakan bisa cepat dilakukan," kata dia.
Guntur menambahkan, hasil koordinasi dengan intelijen, uang palsu tersebut, cenderung masuk dari kawasan pulau Jawa. Sebagian ada yang menuju ke Riau, dan sisanya ke provinsi yang dirasa pergerakan ekonominya baik.
"Riau juga jadi salah satu sasarannya. Maka sebab itu, perlu kehati-hatian masyarakat, meski saat ini belum ditemukan adanya peredaran uang palsu," pungkas Guntur. [Pan]

