Lagi, Pasar Cik Puan Pekanbaru dilalap api, para pedagang panik

Lagi, Pasar Cik Puan Pekanbaru dilalap api, para pedagang panik

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Pasar Tradisional "Cik Puan" yang berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai Kecamatan Sukajadi kota Pekanbaru, untuk kesekian kalinya, kembali diluluh lantakkan si jago merah. Puluhan kios pedagang pakaian yang terbuat dari papan itu, Senin (06/07/15) malam, rata dengan tanah.

Pantauan dilokasi, para pedagang yang kebanyakan penjual pakaian, tampak berlalu lalang berusaha menyelamatkan barang dagangan. Sayang, tak semua bisa diamankan sebab api mulai menyerembet kios mereka.

"Semua kios disini lebih dari seratus kios, hampir 200 kios lah bang. Gak tau lah kios kami terbakar atau tidak, tadi pas kami bawa barang kami, api mulai mendekat," ujar Nia, pedagang pakaian anak-anak.

Tak hanya penjual pakaian, kios penjual daging, rempah-rempah dan pedagang ikan juga ikut dijilat sijago merah. Harapan menikmati hasil dagangan untuk hari raya idul fitri pun hangus sudah.

"Entah darimana apinya, kebetulan kios kami ditengah-tengah agak ke depan, jadi bisa diselamatkan, itu ada tadi teman saya, barangnya terbakar semua," kata Nia.

Seorang pemilik kios di pasar Cik Puan lainnya menyebutkan, mayoritas kios yang terbakar ini, didominasi oleh penjual pakaian.

"Dari tengah ini penjual pakaian, samping penjual ikan dan daging, trus juga ada penjual rempah-rempah. Sedangkan bagian depan kebanyakan penjual emas," ujar Amir Syarifudin (59), sambil merapikan barang dagangannya.

Amir yang telah berjualan selama hampir 20 tahun ini tak menyangka, pasar tradisional ini ludes dilahap api. "Saat sampai api sudah besar dibelakang. Saya dan keluarga langsung mengeluarkan barang dagangan," kata dia.

Amir sendiri, lebih beruntung dibandingkan pemilik toko lainnya yang sudah rata dengan tanah akibat kebakaran ini. Meski demikian, ia tetap mengungsikan barang dagangannya, untuk menghindari api menyebar luas.

Kini, api mulai mereda setelah dipadamkan dengan mengerahkan lebih kurang 19 unit mobil pemadam kebakaran. Bahkan ratusan polisi juga tampak berjaga-jaga di lokasi, untuk mengantisipasi adanya penjarahan.

"Tolong, yang tidak berkepentingan, menjauh dari lokasi, sebelum kami data semua pedagang. Segera memisahkan diri. Selain pedagang, diharapkan keluar dari lokasi," ujar seorang polisi menggunakan pengeras suara diatas truck Polresta Pekanbaru.

Informasi yang dirangkum, pasar yang telah berusia belasan tahun dan belum dibangun secara permanen itu, bukan kali ini saja hancur dilalap api. Tahun 2007 silam, kebakaran besar juga melanda pasar yang kini masih belum jelas rencana pembangunannya. [Pan]